'Snowpiercer': Kereta Revolusi di Zaman Akhir Bumi

'Snowpiercer': Kereta Revolusi di Zaman Akhir Bumi

Candra Aditya - detikHot
Selasa, 26 Nov 2013 13:20 WIB
Snowpiercer: Kereta Revolusi di Zaman Akhir Bumi
Jakarta - Sinema Korea adalah salah satu hal terbaik dalam industri budaya pop dunia saat ini. Berbeda dengan karya-karya Hollywood yang hampir bisa ditebak dan tidak menawarkan hal-hal yang baru, produk-produk dari sinema Korea sangat beragam dan memiliki production value tinggi. Bong Joon-ho adalah salah satu nama sutradara yang membuat sinema Korea terpetakan di mata dunia. Sutradara kelahiran 1969 ini memang baru membuat 5 film sampai saat ini, namun semua karyanya benar-benar membuat gebrakan yang patut diperhitungkan.

'Memories of Murder' menawarkan pencarian pembunuh berantai yang menegangkan, 'The Host' memberikan makna baru dalam ketegangan serangan monster, dan 'Mother' adalah sebuah drama menyentuh dengan teka-teki yang menarik.

'Snowpiercer' adalah karya terbaru Bong Joon-ho yang merupakan film berbahasa Inggris pertamanya. Di sebuah masa depan yang tidak jauh, pemerintah dari seluruh dunia memutuskan untuk mencegah pemanasan global dengan menambahkan CW-7 ke atmosfer bumi. Hasilnya ternyata fatal, seluruh dunia membeku dan kehidupan yang kita kenal sebelumnya punah. Hanya ada beberapa manusia yang selamat dan mereka hidup di dalam sebuah kereta yang berjalan mengelilingi bumi tanpa henti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun manusia-manusia di dalam kereta tersebut bisa hidup, kehidupan mereka jauh dari kata menyenangkan. Mereka hidup dalam gerbang sempit, berdesak-desakan dan terpaksa harus mengkonsumsi makanan yang tidak menyenangkan. Itu belum termasuk segala jenis peraturan menyebalkan dari gerbong terdepan dan para penjaga ketertiban yang kaku. Berperang demi kesetaraan, gerbong paling belakang –dan tentu saja yang paling merana– memutuskan untuk melakukan revolusi. Dipimpin oleh Curtis (Chris Evans) bersama teman-temannya: Edgar (Jamie Bell), Tanya (Octavia Spencer), Namgoong Minsu (Song Kang-ho) dan anaknya Yona (Go Ah-sung), revolusi akan memberikan warna merah di dinding-dinding gerbong.

Seperti halnya film-film Bong Joon-ho sebelumnya, 'Snowpiercer' adalah sebuah film dengan appeal yang sangat mainstream namun dibuat dengan craftmanship yang sangat mendetail. Production design dan visual effect-nya tidak kalah dengan blockbuster Hollywood yang dirilis tahun ini. Sinematografinya (Hong Kyung-pyo) sangat mempesona dan brutal pada saat yang bersamaan. Marco Beltrami mengiringi 'Snowpiercer' dengan iringan musik yang pas. Karya Beltrami ini agak berbeda dengan nada-nada yang biasa dia gunakan –seperti dalam 'Scream' atau 'War World Z'– namun hal itu tidak mengurangi ketegangan yang dibangun oleh Bong Joon-ho.

Benang merah 'Snowpiercer' dengan film-film Bong Joon-ho sebelumnya adalah bahwa ia tahu benar bagaimana cara mengatur emosi, cara mengantarkan penonton melalui perjalanan karakter-karakternya. Hanya Bong Joon-ho yang bisa membuat sebuah adegan perkelahian yang menegangkan berubah menjadi komedi atau drama yang bisa membuat Anda sesak dalam hitungan detik. Berbicara tentang manipulasi emosi, 'Snowpiercer' bisa menendang semua hasil karya blockbuster Hollywood dengan mudah.

Chris Evans adalah aktor terkenal. Dia adalah Captain America dan memerankan pria tangguh hampir di setiap film yang dia bintangi. Namun, hampir di setiap karakter yang dia perankan, Evans selalu digambarkan sebagai sosok tangguh namun kocak. 'Snowpiercer' adalah film pertama yang memaksa Evans untuk tampil serius, terkontrol dan penuh motivasi dari awal sampai penghujung film. Hasilnya tidak mengecewakan, terutama di akhir film ketika dia bermonolog panjang di depan Song Kang-ho –aktor langganan Bong Joon-ho yang juga tampil prima. Evans berhasil melakukannya dengan sangat baik dalam adegan tersebut.

Didukung oleh aktor-aktor seperti Jamie Bell, Octavia Spencer, Tilda Swinton, Allison Pill, John Hurt dan Ed Harris serta Go Ah-sung, 'Snowpiercer' akan membuat Anda terlena dengan chemistry pemainnya.

Ditulis berbarengan oleh Bong Joon-ho sendiri dan Kelly Masterson, 'Snowpiercer' adalah sebuah sci:fi action yang mempunyai kritik sosial yang keras. Hampir mirip dengan 'Elysium' kecuali kenyataan bahwa 'Snowpiercer' jauh lebih menegangkan, lebih tidak berkompromi, disutradarai dengan lebih baik dan mempunyai ending yang sangat haunting. 'Snowpiercer' adalah sebuah perjalanan revolusi di dalam kereta paling menggetarkan tahun ini. Setelah diputar secara terbatas di Jiffest 2013, film ini bisa disaksikan publik secara reguler di Blitzmegaplex.

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads