Ketika Zin memutuskan untuk pensiun dari dunia hitam, perempuan itu mendapat ancaman dari bos mafianya. Zin (Ammara Siripong) memilih untuk pergi bersama seorang laki-laki yang berasal dari Jepang, Masashi (Hiroshi Abe). Karena keselamatannya terancam, Zin menyuruh suaminya kembali ke negaranya.
Tak disangka Zin ternyata sedang mengandung seorang bayi perempuan. Ia pun bergegas untuk mencari sebuah persinggahan untuk dirinya dan sang buah hati.Akhirnya ia pindah ke sebuah rumah yang menjadi satu dengan sasana Thai boxing. Sampai akhirnya Zen lahir. Tapi ternyata Zen (Jeeja Wismitanantthat) bukanlah anak perempuan yang normal. Sejak kecil ia sering keluar masuk rumah sakit untuk mendapat pengobatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemampuan Zen dilihat oleh Pong teman laki-lakinya. Bersama Pong, Zen melakukan atraksi menangkap bola di jalanan di kota Bangkok. Uang yang didapat dari atraksi itu mereka gunakan untuk biaya pengobatan Zin yang terkena kanker.
Semakin lama, biaya pengobatan Zin semakin membengkak karena kanker yang dideritanya semakin parah. Uang hasil atraksi Zen pun tidak cukup untuk menutupinya. Hingga suatu saat Pong menemukan buku harian Zin. Dalam buku harian itu tercatat hutang-hutang milik orang terhadap Zin. Segeralah Zen dan Pong menyambangi orang-orang yang tertera pada buku harian itu. Namun semua usahamenagihnya itu selalu menemui hambatan.
FIlm yang oleh Prachya Pinkaew sangat penuh adegan-adegan perkelahian yang memukau. Meskipun adegan perkelahian mirip dengan film-film Jackie Chan yaitu menggabungkan akrobat dan kungfu. Namun yang bikin berbeda, yang melakukan aksi-aksi tersebut adalah seorang gadis yang cantik. Dalam film itu Jeeja Wismitanantthat melakukan aksi tanpa menggunakan pemeran pengganti, sehingga ia harus benar-benar menguasai adegan-adegan perkelahian tersebut. Tidak sedikit cedera yang ia alami.
Kalau alur ceritanya bisa dibilang biasa-biasa saja, tanpa kejutan. Tampaknya sang sutradara ingin mengedepankan unsur-unsur aksi dalam film ini. Namun jika kita selesai menonton film 'Chocolate' akan timbul pikiran kapan ya sineas Indonesia bisa membuat film ini? Hmmm... (eny/eny)











































