Dan, inilah dia album ketiga yang (masih) menjanjikan, bertajuk 'Kindred'. Sebagai grup synthpop yang selalu mengeksplorasi sound-sound unik, 'Lifted Up (1985)' tampil dengan intro berlayer-layer, beat yang keren, serta sound menggemaskan yang sangat moderen. Aransemennya padat dan ramai, semakin sempurna dibalut oleh vokal Michael Angelakos yang tinggi dan khas.
'Five Foot Ten' merupakan ramuan standar Passion Pit yang menjadi penyeimbang di antara berbagai eksplorasi baru mereka. Untuk Anda yang sangat menggemari teriakan-teriakan anthemic ala Passion Pit, Anda akan menyukai 'Until We Can't (Let Go)' yang menggempur dengan synth nan ramai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, 'Dancing On the Grave' mengajak kita untuk meredam keriaan sejenak dengan ambient-nya yang sedikit gelap. Sekali lagi Passion Pit mampu memberikan album pop yang unik dengan segala macam eksplorasi sound dan aransemennya. Lebih penting lagi, 'Kindred' masih mampu mengarahkan anak panahnya ke ranah musik indie pop/synth pop yang rata-rata penyukanya adalah anak muda yang haus akan aransemen musik yang hip dan menyenangkan.
Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(mmu/mmu)











































