'Kindred' Passion Pit: Album Ketiga yang Masih Hip

'Kindred' Passion Pit: Album Ketiga yang Masih Hip

- detikHot
Rabu, 22 Apr 2015 13:10 WIB
Kindred Passion Pit: Album Ketiga yang Masih Hip
Jakarta - Saatnya kembali berdansa ceria bersama Passion Pit. Michael Angelakos sebagai vokalis band ini memang sudah pernah mengumumkan bahwa album ketiga mereka akan dirilis pada 2015. Dalam rangka itu, mereka telah merilis beberapa gambar berkode di media sosial. Bahkan situs resmi Passion Pit yang sedang dibenahi sejak 2013 tiba-tiba aktif kembali.

Dan, inilah dia album ketiga yang (masih) menjanjikan, bertajuk 'Kindred'. Sebagai grup synthpop yang selalu mengeksplorasi sound-sound unik, 'Lifted Up (1985)' tampil dengan intro berlayer-layer, beat yang keren, serta sound menggemaskan yang sangat moderen. Aransemennya padat dan ramai, semakin sempurna dibalut oleh vokal Michael Angelakos yang tinggi dan khas.

'Five Foot Ten' merupakan ramuan standar Passion Pit yang menjadi penyeimbang di antara berbagai eksplorasi baru mereka. Untuk Anda yang sangat menggemari teriakan-teriakan anthemic ala Passion Pit, Anda akan menyukai 'Until We Can't (Let Go)' yang menggempur dengan synth nan ramai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'Where the Sky Hangs' yang memiliki aransemen laid back dengan dominasi jentikan jari merupakan dance anthem dalam suasana chill yang menyenangkan. Angelakos benar-benar tahu bagaimana mempergunakan suasananya dalam berbagai mood. Suara falsetto yang bisasanya habis terkuras dalam beat-beat bersemangat dan pitch tinggi, kali ini hadir dalam versi yang lebih kalem.

Sementara, 'Dancing On the Grave' mengajak kita untuk meredam keriaan sejenak dengan ambient-nya yang sedikit gelap. Sekali lagi Passion Pit mampu memberikan album pop yang unik dengan segala macam eksplorasi sound dan aransemennya. Lebih penting lagi, 'Kindred' masih mampu mengarahkan anak panahnya ke ranah musik indie pop/synth pop yang rata-rata penyukanya adalah anak muda yang haus akan aransemen musik yang hip dan menyenangkan.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads