Album 'The Bright Side' - Meiko: Untuk yang Ingin Merasakan Jatuh Cinta

Album 'The Bright Side' - Meiko: Untuk yang Ingin Merasakan Jatuh Cinta

Yarra Aristi - detikHot
Jumat, 03 Agu 2012 11:20 WIB
Album The Bright Side - Meiko: Untuk yang Ingin Merasakan Jatuh Cinta
Jakarta - Awal tahun 2000-an, ranah musik pop menjadi ranum akibat kehadiran perempuan-perempuan bertalenta yang mengusung musik pop manis yang dipengaruhi oleh coffeehouse folk seperti Colbie Caillat dan Ingrid Michaelson. Untuk yang sedikit sendu dan suka lebih banyak nada minor, mungkin lebih cocok dengan Sara Bareilles, Inara George, atau pun Feist.

Bahkan, sampai saat ini masih banyak yang menganut jenis musik ini, rata-rata dengan karakter suara yang seragam: manis, penuh desahan, dan terkesan lugu. Di Asia ada Zee Avi dan Yuna. Pada 2007 muncul seorang singer/songwriter asal Amerika Serikat (dengan sedikit keturunan Jepang) bernama Meiko.

Album 'Meiko' (2008) berhasil menelurkan single 'Boys With Girlfriends'. Lagu-lagu lainnya yang manis dan laid-back banyak dipakai untuk berbagai serial TV, di antaranya 'Grey’s Anatomy', 'Kyle X', 'One Tree Hill' dan 'Pretty Little Liars'. Senjata utamanya adalah suaranya yang husky dan terdengar naif, juga petikan gitar akustik yang selalu menemani di setiap lagu, yang membuatnya tidak kehilangan karakter coffeeshop folk yang renyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'The Bright Side' terdengar jauh lebih positif dan menyenangkan dibanding album sebelumnya. Dalam sebuah wawancara, Meiko memang mengatakan bahwa album ini akan bernuansa lebih berseri dan upbeat. Ia juga mengatakan, sekarang ini kehidupannya sedang dalam kondisi yang menyenangkan, dan ia sedang jatuh cinta.

Perasaannya itu benar-benar terefleksikan ke sebagian besar lagu-lagunya. Contohnya lagu pembuka 'Stuck On You' yang dimulai dengan jentikan jari nan gembira. Di sini ia menyanyikan rasa jatuh cintanya dengan sederhana dan jujur. You are the one I could see myself fallin in love with/ Not just for tonight, but for the rest of my life/ You are the one i could never be done with/ I want you tonight and for the rest of my life too...

Meiko memasukkan berbagai sound yang menarik dan variatif dalam tiap lagunya. Kadang dengan berdendang sederhana "la la la", dan looping beat ringan pada track 'I’m in Love'. Dalam 'Leave the Lights On' ia memasukkan sedikit sentuhan dream pop, sementara dalam 'Thinking Too Much' ia memberikan efek gema pada gitar akustiknya sehingga terciptalah sebuah lagu yang terdengar megah dan mengawang.

Simak juga 'I'm Not Sorry' yang bernuansa pop 60-an. Salah satu favorit saya selain 'Stuck On You' adalah 'Lie to Me', yang dimulai dengan petikan gitar akustik dan beat ringan, namun memiliki eskalasi di bagian refrain dengan aransemen yang sedikit kencang dan membuat lagu ini terdengar penuh. 'When the Doors Close', sebuah lagu yang sangat santai ini juga memiliki aransemen keyboard yang menggemaskan.

Album ini jelas menjadi album yang luar biasa yang pernah dihasilkan Meiko. Mengingat 2 albumnya yang bertajuk 'Meiko' (pada 2007 secara self-released dan 2008 dirilis di bawah naungan label Lucky Ear) tidak bisa dikatakan album yang bergaung, dan namanya selalu dianggap sebagai artis baru. Mungkin dengan dirilisnya 'The Bright Side' akan mengangkat namanya menjadi jauh lebih bersinar.

Bila Anda membutuhkan album untuk menemani liburan tengah tahun, atau sekedar didengarkan di perjalanan sehari-hari dan ingin tertular rasa bahagia, maka 'The Bright Side' adalah salah satu pilihannya.

Yarra Aristi Pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads