It's Time Say Goodbye To Detik Band

It's Time Say Goodbye To Detik Band

- detikHot
Sabtu, 16 Apr 2005 00:05 WIB
Its Time Say Goodbye To Detik Band
Jakarta - Meet The Detik Band jadi menunya hari pertama My Zone bareng ketujuh anak-anak band asal SMU Don Bosco. Sebelum lebih lanjut ngomongin mereka, kita kenalan dulu sama satu-persatu personil Detik. Detik Band terdiri dari tujuh cowok yaitu Epit (vokal), Dana (sampling), Regi (bas), Brandly (gitar), Jelly (vokal), Krisma (drum) dan Ringga (gitar). Cerita soal asal-usul nama Detik sampai soal lagu ciptaan mereka sendiri, dikupas tuntas bareng di sebuah kafe di kawasan Pondok Indah Mall. Nah, soal asal-usul nama Detik, Regi sang basis mewakili keenam anak Detik lainnya untuk nyeritain ke detikhot."Kalau di jam kita lihat itu kan ada tiga jarum, satu jarum panjang, satu jarum pendek, satu jarum detik. Dari tiga jarum itu yang konstan jalan terus cuma detik. Kita ambil kata itu, karena kita ingin selalu jalan, selalu konstan. Walaupun kita belum bagus atau gimana, kita selalu maju terus," kata Regi.Hari kedua anak-anak Detik ngumpul bareng buat nambah perbendaharaan lagu ciptaan mereka sendiri. Sebelumnya mereka udah bikin dua lagu berjudul "Biarkanlah" dan "Temukan Jauh." Ngumpul bareng hari itu dilakukan untuk bikin lagu ketiga yang lirik dan sedikit aransemennya udah dibuat sama Jelly.Ternyata meskipun udah berhasil buat lirik dan aransemennya, Jelly sendiri belum bisa kasih judul ke lagu ketiganya Detik. Anak-anak Detik sendiri juga masih mencari kata-kata yang pas untuk judul lagu tersebut."Aransemennya diambil dari lagu punyanya band Reginald (Regi) yang dulu. Terus gue ubah beberapa lirik sama aransemennya. Sampai sekarang gue sama anak-anak juga belum tahu judulnya apa," ujar Jelly yang saat ini duduk di kelas tiga IPS nya SMU Don Bosco.Biar tambah oke dan kompak, anak-anak band Detik rajin latihan bareng. Biasanya mereka milih sebuah studio di kawasan Jagakarsa untuk latihan. Tapi berhubung studio itu nggak bisa, di hari ketiga My Zone mereka latihan di kawasan Lebak Bulus.Latihan band paling nggak dilakukan anak-anak Detik satu kali dalam seminggu. Hari Jumat biasanya dipilih mereka sebagai hari buat latihan."Biasanya Jumat kan pulangnya cepat dan kita semuanya juga bisa, nggak ada kegiatan lain," ujar Brandly beralasan.Dalam latihan hari itu, mereka nyanyiin lima lagu, dua diantaranya adalah lagu punya 311, "Champagne" dan "First Straw," dua lainnya punya mereka sendiri, "Biarkanlah" dan "Temukan Jauh."Latihan beres, anak-anak Detik pun siap in action di pensi sekolah mereka. Domination pensi pertamanya anak-anak SMU Don Bosco, jadi pengalaman pertama juga buat anak-anak Detik main di pensi."Kita memang nggak pernah main di pensi, karena kalau main di pensi biasanya ribet. Harus ikut audisi segala dulu. Lebih enak main di kafe," ujar Regi sang basis beralasan.Sama seperti saat latihan, lagu yang dimainkan ketujuhnya di pensi sekolah itu pun nggak terlalu beda jauh. Ada tiga lagu punyanya 311, yang dimainkan di pensi tapi nggak dimainkan pada saat latihan. Lagu-lagu itu adalah "Love Songs," "Beautiful Disaster" dan "Amber."Sst, Sst tahu nggak ya ternyata anak-anak Detik ngerasain yang namanya nervous juga waktu mau naik panggung. Padahal mereka cuma ditonton puluhan orang lho. Tapi kata Regi, nervous mereka langsung hilang begitu mainin lagu pertama."Akhirnya selesai juga. Begitu udah naik panggung, tegangnya ternyata hilang. Apalagi lihat penontonnya juga antusias sama kita," ujar cowok yang punya nama lengkap Reginald itu mewakili komentar teman-temannya yang langsung duduk-duduk di backstage begitu selesai main.Berhubung semua anak-anak Detik ada di kelas tiga, minggu-minggu depan mereka udah disibukkan sama yang namanya belajar buat ujian akhir sekaligus ujian masuk perguruan tinggi. Makanya nih sebelum sibuk banget, mereka ngumpul bareng dulu buat refreshing.Ternyata ngumpul barengnya band Detik nggak jauh-jauh dari yang namanya ngomongin masalah band atau musik. Di hari terakhir My Zone kemarin, mereka sempat curhat soal masa depan band mereka. "Kita akan kuliah, terus gimana kelanjutan kita kalau udah kuliah jadi dilema kita paling berat sekarang," kata Regi ke detikhot di depan anak-anak Detik lainnya.Jelly ternyata menanggapai pernyataan Regi itu dengan sisi yang positif. Dia saat ini tidak ingin memikirkan hal itu. Sama seperti namanya, Jelly berharap Detik akan selalu berjalan, tetap konstan alias nggak pernah mati."Kita semua sih masih ingin terus, cuma kan masih belum tahu keadannya gimana nanti. Lagian kita nggak mau mikirin banget, jalanin aja dulu," katanya.Semoga aja keinginan Jelly dan semua anak Detik lainnya benar-benar terwujud. Detikhot pastinya selalu doain band Detik everlasting, till death do them part. (eny/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads