Nur Rohmah Akui Alami Kekerasan Verbal Saat Jadi ART Erin

Nur Rohmah Akui Alami Kekerasan Verbal Saat Jadi ART Erin

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Minggu, 07 Jun 2026 22:02 WIB
eks art erin
Nur Rohmah Akui Alami Kekerasan Verbal Saat Jadi ART Erin. (Foto: Febryantino Nur Pratama)
Jakarta -

Nur Rohmah, mantan asisten rumah tangga (ART) Erin eks istri Andre Taulany, mengaku mengalami perlakuan yang membuatnya tertekan secara psikis selama bekerja di rumah mantan istri Andre Taulany tersebut. Nur mengaku kerap mendapat ucapan bernada kasar saat sang majikan sedang marah.

Kuasa hukum Nur, Basuki, mengatakan kliennya memang tidak mengalami teror setelah keluar dari rumah Erin. Namun selama bekerja, Nur mengaku sering mendengar ucapan yang dinilai tidak pantas dari majikannya.

"Kalau teror, sementara ini nggak ya. Tidak ada. Tapi kalau pas masih di rumah itu bukan teror atau apa, hanya memang ada bahasa-bahasa yang tidak etis. Kalau lagi marah itu ada satu dua kata yang keluar dan tidak pantas untuk disebutkan sebagai seorang majikan," kata Basuki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat diminta menjelaskan lebih lanjut, Basuki mempersilakan Nur untuk menyampaikan sendiri pengalaman yang dialaminya. Nur kemudian mengaku kerap menerima ucapan kasar.

"Katanya tolol dan bego," ujar Nur.

ADVERTISEMENT

Nur mengaku hal itu cukup sering terjadi saat ada teguran atau kemarahan di rumah. Meski awal ia merasa tak pernah dimarahin Erin, tapi dirinya juga terdampak.

"Itu sering banget saat kalau lagi marahin. Ya, kalau lagi marah. Kalau ngasih tahu kalau misalkan yang lain lagi dimarahin, yang lain juga pasti bakal kena, dimarahin juga kayak gitu. Tolol atau bego, dibilangnya," tuturnya.

Meski demikian, Nur menegaskan tidak pernah mengalami kekerasan fisik selama bekerja.

"Saya nggak pernah kena kekerasan fisik," kata Nur.

Nur mengaku bekerja di rumah Erin selama hampir dua bulan. Namun hingga keluar dari rumah tersebut, ia mengaku belum menerima hak yang seharusnya didapatkan.

"Belum. Belum dapat sama sekali," katanya.

Selain itu, Nur juga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan keluarga karena telepon genggamnya disebut kerap ditahan. Menurutnya, kondisi itu membuatnya tidak bisa segera menghubungi keluarga saat mendapat kabar orang tuanya sakit.

"Saya sudah sebelumnya bilang mau minta keluar secara baik-baik, cuma karena HP selalu ditahan, ingin menghubungi orang tua dan keluarga jadi saya nggak bisa. Saya dengar orang tua sakit juga, muntah-muntah darah masuk puskesmas, jadi saya nggak bisa tahan. Karena di sana ada tekanan-tekanan," ungkapnya.



(fbr/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads