Cool Khas, Sentuhan Pop British

Cool Khas, Sentuhan Pop British

- detikHot
Senin, 24 Jan 2005 11:11 WIB
Cool Khas, Sentuhan Pop British
Yogyakarta - Mereka dipertemukan saat masih sama-sama sekolah SMU di Samarinda Denny (Gitar), Rico (Gitar), Novan (Keyboard) dan Dedy (Bass) berada di grup musik yang sama di SMU. Tanpa sengaja, bertemu kembali di Yogyakarta. Pada 21 Juni 2002 mereka kemudian membentuk band yang dinamai Cool Khas. Perjalanan waktu mengantar pada pertemuan dengan Benny, sang vokalis yang dulu merupakan drumer band Laquena. Lengkaplah band Cool Khas dengan tambahan additional drummer, Oto. Lagu dan materi grup ini banyak dibuat oleh Novan, namun semua ikut dalam menyumbangkan ide untuk aransemen musik mereka. Benny dan kawan-kawan menentukan jalan musik mereka di dunia pop, dengan sedikit sentuhan pop british dan sedikit rock membuat ciri khas musik mereka sendiri. Itulah kenapa mereka menamai diri dengan Cool Khas. Menurut mereka Cool Khas bermakna sangat simple, mereka ingin menampilkan image cool dan berciri khas. "Agar mudah diingat, dan kami memang cool kok," canda Dedy sang basis. Cool Khas berkompetisi pada Festival musik yang diadakan oleh Nescafe hingga akhirnya Cool Khas berhasil menjadi 5 besar yang membawa band Yogyakarta ini bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Cool Khas berhasil membuktikannya kapasitasnya sebagai Band Terbaik Nescafe 2004 serta sebuah singlenya yang sudah bisa direquest di radio-radio adalah lagu "Tak Kan Pernah" yang masuk dalam album kompilasi Nescafe Get Started dibawah label Aquarius. Mereka mempromosikannya dengan tour 10 kota di Medan, Bali, Manado, Sulawesi dan kota besar lainnya. Cinta tetap menjadi inspirasi Cool Khas untuk berkarya. Dengan lagu-lagu Cool Khas yang bercerita tentang cinta dan personel Cool Khas sendiri yang bisa dibilang "cute looking guys," tidak heran jika fans Cool Khas kebanyakan adalah wanita, itu bisa terlihat disetiap penampilan panggung mereka. Band Cool Khas ini bermarkas di sebuah studio latihan bernama Shabien yang terletak di Jl. Flamboyan Gg. Sakura Ct.X 03 Yogya. Band ini tidak lupa selalu menekankan disiplin kepada anggotanya. "Kami mencoba menghargai waktu, dimulai dari hal kecil," ujar mereka. Saat ada personel yang terlambat datang maka dia akan jadi 'pembantu' sehari yang melayani personel lainnya "yang telat itu harus mau disuruh-suruh. Terkadang sebagai pembeli makan, disuruh-suruh sampai mijet juga sebagai konsekuensinya. "Makanya jangan telat," ujar Rico si gitaris yang hari itu apes jadi 'pembantu' karena telat datang 15 menit. Kini mereka sedang bekerja keras dalam pengumpulan materi untuk album Cool Khas. "Kita dah terkumpul banyak materi, cuma sekarang yang benar-benar kita garap ya satu album lagu kita semua, kita pengen cool enggak cuma di Yogyakarta," ujar mereka penuh canda. (tis/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads