Bulan suci Ramadan tahun 2026 menghadirkan suasana yang jauh berbeda bagi keluarga Ajie Darmaji. Momen puasa kali ini adalah yang pertama kali dilalui oleh keluarga tersebut tanpa kehadiran komedian Mpok Alpa.
Mpok Alpa telah berpulang pada 15 Agustus 2025 lalu akibat penyakit kanker yang diidapnya. Kepergiannya tentu meninggalkan duka mendalam bagi suami beserta anak-anaknya.
"Saya kuat-kuatin saja, tegar-tegarin di depan anak," kata Ajie Darmaji saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai kepala keluarga, pria yang akrab disapa Bang Idung itu berusaha keras untuk tidak menunjukkan kesedihannya di hadapan buah hatinya. Meski dari luar terlihat tangguh, ia mengakui batinnya masih sangat terpukul atas kepergian pendamping hidupnya tersebut.
"Padahal nge-drop, rapuh, nggak bisa dibohongin namanya secara batin tuh kita tetap merasakan kesepian," tutur Ajie Darmaji.
Selain kehilangan secara emosional, ada hal lain yang sangat dirindukan oleh keluarga ini setiap kali waktu sahur maupun berbuka tiba. Kebiasaan almarhumah dalam mengurus dan memikirkan kebutuhan makan keluarga menjadi salah satu kenangan yang paling membekas.
"Waktu masih ada almarhumah, segala sesuatunya tuh dari makan apa, kita ditanya, 'mau makan apa Pa?', 'mau makan apa De', 'mau makan apa Ka', almarhumah tuh pasti yang masak," kenang Ajie Darmaji.
Dedikasi Mpok Alpa yang selalu turun tangan langsung ke dapur di sela-sela kesibukannya selalu terngiang-ngiang sampai sekarang.
"Almarhumah yang ngebumbuin semuanya. Kalau bukan almarhumah yang ngebumbuin rasanya beda," ujar Ajie Darmaji.
Kini meja makan di rumah mereka tak lagi dihiasi dengan masakan khas racikan istri tercinta. Hal tersebut membuat Ajie Darmaji merasa ada kebersamaan yang terputus dan suasana kehangatan keluarga terasa kurang sempurna di bulan puasa ini.
"Di tahun ini ada yang berbeda, rasa masakan kita, terus kebersamaan kayak gitu kan, satu gak ada. Jadi ada yang pincanglah kayak gitu karena gak ada almarhumah," pungkasnya.
(ahs/mau)











































