Dwi Warna Jualan Aspac vs Satria Muda
Senin, 14 Feb 2005 17:31 WIB
Jakarta - Anak-anak SMU Dwi Warna bikin acara pertandingan olahraga, itu udah biasa. Tapi jadi luar biasa kalau di sana juga ada pertandingan klub basket ternama, Aspac vs Satria Muda Britama.SMU Dwi Warna Boarding School yang berlokasi di Jl. Raya Parung Bogor, sejak 10-13 Februari 2005 lalu, bikin acara pertandingan olahraga yang dinamakan Dwi Warna Cup (DWC) 2. Angka dua tersebut menandakan kalau acara ini memang sudah memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Namun di tahun kedua ini ada beberapa perubahan besar yang dilakukan oleh para panitia. Salah satunya adalah pemindahan lokasi acara dari Stadion Sumantri Brojonegoro, Kuningan ke Hall A Basket, Senayan."Kita pilih Senayan biar aksesnya lebih dekat aja. Kalau di Kuningan kan ribet, mesti ada 3 in 1 segala, terus juga agak jauh," ujar Iqbal Dinardi, Ketua Pelaksana Dwi Warna Cup 2 kepada detikhot.Selain perubahan lokasi, perubahan cabang olahraga yang dipertandingkan juga terjadi di DWC 2 ini. Jika pada DWC 1 cabang biliar dipertandingkan, di DWC 2 cabang tersebut digantikan tempatnya oleh modern dance."Panitia ngelihat kayaknya modern dance lebih banyak peminatnya dibandingkan biliar. Lagipula karena tempatnya pindah ke Senayan, nyari tempat untuk biliarnya juga agak susah," tambah Iqbal lagi.Pertandingan olahraga lain yang ada di DWC 2 selain modern dance adalah pertandingan basket putra-putri dan juga 1 on 1 basket. Pada basket putra-putri dan modern dance pertandingan dikhususkan untuk anak-anak SMU, sedangkan 1 on 1 basket dibuka untuk umum. Selama empat hari berlangsung, terdapat 16 tim putra, 8 tim putri dan 32 orang peserta 1 on 1.Pada acara puncaknya yang berlangsung Minggu (13/1/2005) lalu, DWC 2 menjual pertandingan antara dua klub basket ternama di Jakarta yaitu Aspac dan Satria Muda Britama sebagai penarik massa. Menurut Iqbal, panitia memang sengaja mendatangkan dua klub tersebut ke DWC 2, karena ingin menarik minat para pecinta basket untuk datang ke acara mereka. Pertandingan antara Aspac lawan Satria Muda itu dimenangkan oleh Satria Muda. "Kita inginnya mengulang partai final IBL (Indonesian Basketball League) tahun lalu. Jadi kalau bisa setengah Hall Basket setidaknya terisi penuh penonton," harap cowok yang duduk di kelas dua itu.Namun sayangnya, harapan para panitia DWC 2 tidak terlalu dikabulkan. Dari pengamatan detikhot, malam itu Hall A Basket hanya terisi beberapa ratus penonton saja. Sebagian penonton-penonton tersebut sepertinya juga datang bukan karena ingin menyaksikan Aspac vs SM.Britama, tapi untuk menjadi suporter tim sekolah mereka yang akan bertanding.Hal ini dapat dimaklumi karena pada acara puncak kemarin, terjadi pertandingan final basket putra-putri. Untuk final putrinya yang bertanding adalah SMU Regina Pacis melawan SMUN 3. Sedangkan final putranya terjadi pengulangan final Bulungan Cup yaitu SMUN 3 melawan SMUN 70. Jika pada Bulungan Cup lalu, SMUN 70 memenangkan pertandingan, di DWC 2 ini, SMUN 3 membalaskan kekalahan mereka dan keluar menjadi juara pertama. Sedangkan pertandingan final putri, dimenangkan oleh SMU Regina Pacis dengan skor berbeda tipis 21-20."Gila pertandingan final ceweknya seru banget. Nyaris banget tuh SMUN 3 menang. Beruntung abis Regina Pacis. Keren pokoknya," ujar salah satu cewek penonton yang malam itu hadir di Hall A Senayan.Keterangan foto: Serunya Aspac vs Satria Muda (tis/)











































