Lagu Dijiplak, Peterpan Tuntut Penyanyi India

- detikHot
Jumat, 25 Agu 2006 12:02 WIB
Jakarta - Tak bisakah kau menungguku, hingga nanti tetap menunggu. Itulah sepenggal lirik 'Tak Bisakah' milik Peterpan yang dijiplak menjadi lagu berbahasa India oleh seorang penyanyi bernama Kay Kay.Lagu tersebut dijiplak oleh Kay Kay menjadi lagu berjudul 'Kya Mujhe Pyaar Hain'. Tanpa izin terlebih dahulu pada Peterpan ataupun pihak Musica Studio selaku perusahaan rekaman yang menaungi grup band asal Bandung itu, lagu 'Kya Mujhe Pyaar Hain' dirilis lewat album soundtrack film India 'Wom Lamhe'.Adalah Marketing Manager Musica Studio, Febby yang pertamakali mengetahui soal penjiplakan tersebut. Febby dihubungi seorang temannya yang bekerja di MTV kalau ada seorang wartawan The Times of India yang ingin mewawancara Peterpan soal lagu 'Tak Bisakah'.Dari wartawan tersebut, Febby kemudian tahu kalau 'Tak Bisakah' dijiplak menjadi 'Kya Mujhe Pyaar Hain'. Saat ini lagu tersebut cukup populer di India dan merajai posisi nomor satu tangga-tangga lagu radio.Begitu tahu 'Tak Bisakah' yang menjadi soundtrack film 'Alexandria' dijiplak, Febby langsung menghubungi Ariel si pencipta lagu tersebut. "Waktu aku kasih tahu, dia cuma ketawa aja. Terus dia bilang, ya udah, urus aja, tuntutlah atau gimana," ujar Febby menirukan ucapan Ariel saat berbincang dengan detikhot melalui telepon, Jumat (25/8/2006).Sebenarnya dituturkan Febby, dalam pres release album 'Wom Lamhe', sempat disebutkan kalau lagu 'Kya Mujhe Pyaar Hain' diambil dari salah satu lagu populer di Indonesia yaitu 'Tak Bisakah' milik Peterpan. Namun, untuk pihak Musica maupun Peterpan sendiri, pernyataan melalui pres release tersebut tak cukup."Secara hukum internasional ada batasan sebuah lagu bisa dikatakan dijiplak atau tidak. Kalau sudah lebih dari tujuh bar, malah diambil semuanya, jelas itu penjiplakan," tukas Febby.Saat ini pihak Musica tengah menyiapkan langkah hukum untuk segera mengajukan tuntutan pada Kay Kay dan orang-orang yang terkait akan penjiplakan lagu 'Tak Bisakah'. "Kita akan serahin ke pengacara dan juga ke ASIRI (Asosiasi Industri Rekaman Indonesia). Kenapa ke ASIRI? Karena ini kasusnya sudah antar negara," tutupnya.

(eny/)