Sosialoka Gandeng Musisi Optimalkan Karya Digital

ADVERTISEMENT

Sosialoka Gandeng Musisi Optimalkan Karya Digital

Dicky Ardian - detikHot
Selasa, 13 Sep 2022 19:27 WIB
Sosioloka
Foto: Sosialoka
Jakarta -

Sejumlah aturan saat ini dinilai tidak lagi relevan untuk hak cipta musik. Hal tersebut diakui oleh Music Legal YouTube Apac, Luke Anthony.

"Kami menilai bahwa regulasi yang saat ini ada tidak merefleksikan bagaimana pasar beroperasi dan tidak sesuai dengan praktik lisensi di platform online yang serba cepat," ujar Luke Anthony dalam siaran persnya, Selasa (13/9/2022).

Hal itu disampaikan Luke saat Workshop Hak Cipta Musik di YouTube yang diselenggarakan pada Selasa, 6 September 2022 di Kantor Google Indonesia.

Gelaran tersebut diinisiasi oleh YouTube bekerjasama dengan Kemenkumham dan Kemenparekraf, beserta perwakilan dari pelaku industri musik.

Saat ini, YouTube punya beberapa partner di Indonesia, salah satunya Indonesia Digital Entertainment (IDE). Mereka juga memiliki beberapa subsidiary company yang aktif di industri musik, seperti Sosialoka Indonesia.

Pada kesempatan itu, Sosioloka diwakili oleh Miftah Faridh Oktofani selaku CEO.

"Sosialoka Indonesia adalah digital agency yang berperan aktif pada pengelolaan media sosial dari musisi dan entertainer dan juga kampanye digital yang memiliki keterkaitan yang erat pada proses terciptanya sebuah karya cipta lagu," kata Miftah.

Dari sudut pandang musisi, Ade Govinda mengaku terbantu dengan hadirnya Sosioloka. Kerja sama itu membuatnya mendapatkan lebih banyak kesempatan.

"Saya sebagai penulis lagu mendapatkan royalti dari YouTube. Ada satu lagu saya dibuat dalam 8 juta konten berisi cover lagu, sinetron, acara ajang pencarian bakat, atau konten pengguna lainnya. Tentu saja tidak mungkin saya beri izin mereka satu per satu untuk membuat konten tersebut," terang Ade Govinda.



Simak Video "Pakai Musik di Instagram Bebas Masalah Hak Cipta, Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]
(dar/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT