Spotify Buka Suara Usai Dikritik Neil Young soal Podcast Diduga Ajak Tolak Vaksin

ADVERTISEMENT

Spotify Buka Suara Usai Dikritik Neil Young soal Podcast Diduga Ajak Tolak Vaksin

Pingkan Anggraini - detikHot
Senin, 31 Jan 2022 15:04 WIB
LOS ANGELES, CALIFORNIA - MARCH 26: Free Spirit and Spotify branding at Khalid Performs For His Biggest Spotify Fans To Celebrate His Forthcoming Album Free Spirit on March 26, 2019 in Los Angeles, California. (Photo by Matt Winkelmeyer/Getty Images for Spotify)
Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images for Spotify
Jakarta -

Baru-baru ini platform musik Spotify tengah menjadi sorotan publik. Hal itu karena kritik yang disampaikan musisi asal Kanada, Niel Young.

Neil Young beberapa waktu lalu sempat geram dengan konten podcast terbaru dari Joe Rogan. Diduga, pada konten itu berisi informasi atau ajakan untuk tidak melakukan vaksin COVID-19.

Neil Young geram karena Spotify mengizinkan konten tersebut tayang di platformnya. Neil Young juga menegaskan bahwa Spotify hanya mencari uang saja karena podcast Joe Rogan memang paling banyak didengar pada 2021.

Karena hal ini, CEO Spotify, Daniel Ek angkat bicara mengenai persoalan itu. Ia menuliskan klarifikasinya di laman resmi Spotify, dilihat detikcom, (Senin 31/1/2022).

"Kami sedang berupaya untuk menambahkan saran konten ke setiap episode podcast yang mencakup diskusi tentang COVID-19," ujar Daniel Ek.

Dalam lama itu, Daniel Ek mengaku, akan mengarahkan pendengar podcast ke layanan informasi resmi terkait COVID-19.

Dalam laman itu nantinya pengunjung akan dapat membaca informasi mengenai fakta terkait COVID-19 melalui sumber terpercaya.

"Upaya untuk memerangi disinformasi ini akan diluncurkan ke berbagai negara di seluruh dunia dalam beberapa hari mendatang," lanjut Daniel Ek.

Selain itu, Daniel Ek juga menyebut, pihaknya kini merilis sederet aturan platform yang bernama Platform Rules. Aturan itu dibuat sejak lama, namun kini akan lebih ditegaskan lagi kepada para kreator.

Hal ini dilakukan karena untuk meningkatkan kesadaran mengenai akuntabilitas konten yang diunggah kreator.

"Hal ini untuk meningkatkan kesadaran tentang apa yang bisa diterima dan membantu kreator memahami akuntabilitas konten yang mereka unggah di platform kami," tutur Daniel Ek.

Diketahui, sejumlah tenaga kesehatan mendesak Spotify untuk menindak tegas aksi Joe Rogan karena podcast miliknya, The Joe Rogan Experience. Podcast itu pernah menyebarkan disinformasi seputar COVID-19 dan vaksin.

Hal itu berawal dari Joe Rogan memberi informasi pada pendengar jika seorang remaja berusia 21 tahun bertanya kepadanya mengenai keperluan vaksin COVID-19. Pada saat itu Joe Rogan menyarankan untuk tidak vaksinasi.



Simak Video "Spotify Pangkas 6% Karyawan Globalnya"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT