Laleilmanino Dukung Gebrakan Baru Industri Musik Lewat NFT

Mauludi Rismoyo - detikHot
Minggu, 02 Jan 2022 15:48 WIB
Trio Laleilmanino
Laleilmanino Dukung Gebrakan Baru Industri Musik Lewat NFT. (Foto: Asep Syaifullah)
Jakarta -

Mengawali tahun 2022, Laleimanino membuat gebrakan baru di industri musik. Trio produser rekaman yang beranggotakan Lale, Ilman, dan Nino itu digandeng perusahaan start-up berbasis teknologi kolektibel untuk sebuah NFT.

NFT (Non-fungible Token) memang diketahui saat ini tengah menjadi perbincangan luas karena sistem jual beli aset digitalnya yang telah menarik minat investasi masyarakat di Indonesia dalam hal mata uang kripto.

Melihat hal tersebut, Laleimanino tidak ingin ketinggalan dalam menanggapi tren terkini. Mereka mencoba mengambil kesempatan dari peluang besar teknologi baru ini.

Nino RAN melihat NFT punya peluang besar. Ia memahami hal itu merupakan sebuah evolusi di dunia musik.

"Kami menyadari bahwa dunia musik terus berevolusi. Kami melihat NFT bukanlah sebuah tren sesaat, melainkan era baru bagi industri musik masa depan," ujar Nino.

"Industri NFT ini sedang bergerak cukup cepat. Kami perlu merespons industri musik untuk dapat memanfaatkan peluang besar teknologi baru ini. Kami sangat berharap kerja sama ini bisa membuka adopsi NFT sebanyak-banyaknya di Indonesia," sahut Pungkas Riandika selaku CEO Kolektibel kepada awak media pada Minggu (2/1/2021).

Lebih lanjut, Pungkas juga menjelaskan bahwa musik adalah industri yang sangat layak untuk ditemani oleh NFT di tahun ini. Merambahnya NFT ke industri ini merupakan bagian dari strategi perusahaannya untuk menyemarakkan adopsi NFT secepat dan semasif mungkin di Indonesia.

Beberapa pelaku industri yang diajak berkolaborasi itu pun disebut mengaku cukup sadar akan kemunculan dari NFT. Laleilmanino dikatakan sangat mendukung awal baru yang nantinya membentuk industri musik lebih maju lagi di masa depan.

"Langkah ini diharapkan bisa menjadi terobosan baru bagi orang Indonesia agar mereka bisa langsung mengoleksi NFT dengan cara yang lebih mudah," tutur Pungkas.

Menyadari belum meratanya pengetahuan akan mata uang kripto di kalangan masyarakat Indonesia, Kolektibel dan Laleimanino pun akhirnya lebih memilih untuk mengintegrasikan perusahaannya dengan instrumen pembayaran digital yang sudah populer di Indonesia, seperti GoPay, OVO, Virtual Account, kartu debit atau kredit, hingga pembayaran melalui gerai minimarket Alfamart dan Indomart.

Sekadar diketahui Laleilmanino merupakan trio produser yang melahirkan banyak hits, salah satunya Rayu yang dibawakan Marion Jola. Mereka pun sudah pernah meraih penghargaan untuk kategori Karya Produksi Kolaborasi Terbaik dan Produser Rekaman Terbaik di ajang Anugerah Musik Indonesia.

(mau/aay)