Endah Laras Memukau dalam Konser 25 Tahun Berkarya, Gibran Rakabuming Sampai Tersihir

Ari Purnomo - detikHot
Sabtu, 06 Nov 2021 16:40 WIB
endah laras
Endah Laras Memukau dalam Konser 25 Tahun Berkarya, Gibran Rakabuming Sampai Tersihir. (Foto: Ari Purnomo/detikhot)
Solo -

Alunan lagu keroncong berjudul Yen Ing Tawang Ono Lintang membuka konser tunggal Endah Laras yang bertajuk Endahing Waldjinah Larasing Keroncong di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Jumat (5/11/2021) malam.

Lagu ciptaan almarhum Andjar Any dibawakan oleh perempuan kelahiran 3 Agustus 1976 itu dengan begitu eloknya. Para penonton yang ada di pendopo Loji Gandrung pun langsung terpukau melihat penampilannya.

Usia membawakan lagu pembuka, Endah Laras sejenak bercerita mengenai lagu tersebut. Dia mengatakan, sengaja memilihnya sebagai tembang pembuka dalam konser 25 tahunnya.

"Lagu ini adalah lagu pertama yang saya bawakan saat menapaki musik keroncong," ujarnya di hadapan para penonton malam itu.

Usai lagu Yen Ing Tawang Ono Lintang, Endah Laras melanjutkan dengan lagu berjudul Ojo Dumeh. Lagu ini diaransemen ulang dan dipadukan dengan musik modern menampilkan keunikan tersendiri.

Untuk lagu ketiga, Endah membawakan lagu berjudul Gemes. Menurutnya, lagu tersebut mempunyai cerita tersendiri dalam kariernya di dunia entertainment.

"Lagu Gemes ini bikin saya sangat nandes (merasuk di hati), ketika rekaman itu saya disopiri oleh Bapak Edi Winoto. Beliau adalah saksi sejarah saya masuk rekaman, beliau yang mengantar saya dan saya di-direct langsung Pak Andjar," urainya.

Pada kesempatan itu, Endah Laras juga berkolaborasi dengan anaknya yakni Woro Mustika yang membawakan lagu Selendang Merah. Kolaborasi antara ibu dan anak itu kembali memukau para penikmat musik keroncong.

Woro tidak hanya membawakan satu lagu, tetapi dia kembali menyanyikan lagu berjudul Walang Kekek. Lagu yang identik dibawakan oleh maestro keroncong Waldjinah itu begitu apik dibawakan oleh Woro dengan iringan perpaduan musik keroncong dan modern.

Dan yang paling ditunggu adalah kolaborasi antara Endah Laras dengan Waldjinah yang membawakan lagu berjudul Waldjinah. Maestro keroncong yang akan genap berusia 76 tahun pada 7 November itu tampil begitu cantik mengenakan kebaya warna ungu.

Warna busana yang serupa dikenakan oleh Endah Laras. Pada kesempatan itu, Waldjinah mengucapkan terima kasih karena sudah dibuatkan lagu.

"Lagu ini kado buat ibu yang akan genap berusia 76 tahun pada 7 November," tuturnya. Mendengar ucapan tersebut, Waldjinah pun tampak begitu bahagia hingga tidak mampu menahan air matanya.

Dalam konser ini, Endah membawakan 11 lagu yang di-arrange begitu apik oleh Tommy Widodo. Dan lagu yang terakhir, Endah Laras membawakan lagu berjudul Ayo Ngguyu.

Lagu penutup ini mendapatkan respons yang meriah, karena penonton ikut tertawa sesuai instruksi dari Endah Laras. Tidak hanya penonton, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka juga digoda Endah Laras untuk tertawa.

"Bapak Presiden sudah tertawa lho, sekarang Mas Wali Kota, 'Ayo Ngguyu'," nyanyi Endah dan diikuti Gibran yang tertawa.

(mau/mau)