Round-Up

Meninggalnya Oddie Agam, Si Pencipta Antara Anyer dan Jakarta

Tim Detikhot - detikHot
Kamis, 28 Okt 2021 05:30 WIB
Jakarta -

Musisi senior Oddie Agam berpulang pada Rabu (27/10/2021). Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi para pencinta musik.

Pria pencipta lagu-lagu hits di era 1980-an itu diketahui sempat mengidap sakit stroke sejak tahun 2017. Dia pun pernah mengalami masalah ginjal sebelum akhirnya tutup usia.

Berada di dunia musik, ia menjadi pencipta langganan bagi para penyanyi Indonesia sampai Malaysia. Sejumlah lagunya masih dikenal sampai sekarang, di antaranya adalah Antara Anyer dan Jakarta, Tamu Istimewa hingga Surat Cinta.

Pada 2015, album The Great Composer milik Oddie Agam dan James F Sundah meraup kesuksesan lantaran kembali dinyanyikan oleh generasi muda. Album tersebut setelah rilis terjual hingga 135 ribu keping.

Album itu dinyanyikan ulang oleh sederet musisi muda papan atas yaitu, Yovie and Nuno, Karina Salim, Maruli Tampubolon, hingga RAN. Momen itu sempat mendapat tanggapan dari Oddie Agam yang juga bangga dengan hasil tersebut.

Oddie Agam saat itu menegaskan, hal ini menjadi tolak ukur bagi produser untuk mendaur ulang karya lama. Upaya ini juga menguntungkan musisi-musisi lawas yang karyanya kembali diperdengarkan.

Oddie Agam dalam sebuah wawancara dengan detikcom pernah mengatakan ada harapannya bagi pemerintah agar lebih serius lagi menangani para musisi.

"Pemerintah harus mau ambil pusing, harus mau ikut andil untuk musik Indonesia. Selagi pemerintah nggak mau ambil pusing untuk melindungi musik, ya kita (musisi) akan tetap merana," tuturnya di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada 5 April 2014 silam.

Oddie AgamOddie Agam Foto: Noel/detikhot

Sebenarnya harapan Oddie Agam sempat dan nyaris terwujud pada pertengahan 2019. Namun kala itu draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang dianggap sebagai wadah dan tameng para musisi justru malah menuai penolakan keras.

Banyak musisi yang menilai jika RUU tersebut justru menjadi mengekang dan bukanlah wadah yang menaungi malah memenjarakan kebebasan para musisi. Beberapa pasal lainnya juga disebut sebagai pasal karet karena berpotensi menimbulkan kericuhan dalam pengaplikasiannya.

Baca halaman berikutnya.