Kilau Musisi Daerah, Ini Tantangan Digitalisasi Lagu Seperti Ampun Bang Jago

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Kamis, 30 Sep 2021 15:04 WIB
ilustrasi microphone
Foto: thinkstock
Jakarta -

Di tengah geliat musik daerah yang sedang menanjak, rupanya ada tantangan yang harus dihadapi oleh para musisi yang bergelut di dalamnya. Terbatasnya akses informasi untuk menjangkau kota-kota di luar Ibu Kota membuat banyak karya musisi daerah tidak terdistribusikan dengan baik.

Padahal menurut Country Director Believe Indonesia, Dahlia Wijaya, perpustakaan lagu daerah amatlah melimpah ruah. Sebagai perbandingan, Dahlia, membandingkan bila musisi di Jakarta merilis lagunya satu bulan sekali, para musisi daerah biasanya merilis lagunya setiap minggu.

"Potensinya tuh sangat besar. Musisi daerah itu rilisnya seminggu sekali, termasuk video klipnya. Jadi wow banget, library-nya gede banget. Potensinya sangat besar sekali untuk daerah cuman kurang dilakukan edukasi," jelas Dahlia dalam diskusi Breakfast with Resso, baru-baru ini.

Believe merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang distribusi audio digital dan video musik. Saat ini, mereka tengah melakukan edukasi bagi para seniman dan musisi daerah yang ingin mendistribusikan lagu-lagunya di kanal-kanal digital.

"Nggak cuma di Jawa Tengah, tapi juga di Jawa Timur dan bahkan kita melakukannya di Sumatera, tepatnya baru kita mulai di kota Padang," ujar Dahlia.

Tidak hanya jumlahnya yang besar, pasar yang dimiliki oleh musisi daerah pun tidak dapat dibilang sedikit. "Dari top trending pasti ada dari lagu daerah, mostly memang masih Jawa, tapi beberapa waktu yang lalu sempat dari Padang," jelas Dahlia.

Meski demikian, pembajakan dan kecurangan masih membayang-bayangi para musisi daerah yang hendak memasarkan musiknya secara digital.

"Karena sekarang era digital, pembajakan itu bukan cuman pembajakan karena download secara ilegal, tapi juga pembajakan dalam hal copyright. Mungkin ada pihak-pihak nakal yang lihat lagu mana saja yang belum diklaim, mereka lalu daftarkan atas nama mereka, sehingga musisi daerah mengalami banyak sekali kerugian karena pencurian-pencurian dari copyright-nya," urai Dahlia.

Sebagai contoh, Dahlia menyebutkan saat lagu Ampun Bang Jago milik Tian Storm dan Ever Slkr tiba-tiba viral di media sosial, pada mulanya lagu itu belum terdigitalisasi dengan baik. Pihaknya pun kemudian mencoba mencari pemilik asli lagunya dan mendistribusikannya sebagaimana seharusnya.

"Beberapa waktu yang lalu ada Ampun Bang Jago yang kami coba distribusikan ke TikTok. Lagu Ampun Bang Jago kami bantu waktu kami tahu karena lagu itu belum didistribusikan digital. Akhirnya kami cari orangnya siapa, kami hubungin terus kami distribusikan," ungkap Dahlia.

Oleh karena itu, bagi Dahlia untuk dapat memaksimalkan peluang dari musik daerah, penting untuk diadakan edukasi yang menyeluruh.

"Paling penting itu edukasi musiknya sendiri. Nggak usah teman-teman daerah, kadang-kadang teman-teman yang di Jakarta pun mereka kurang memahami apa yang terjadi di digital, apa saja yang bisa dilakukan monetisasinya," terang Dahlia.



Simak Video "Balenggang Patah-Patah, Menikmati Hiburan Musik Daerah Manado Sulawesi Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dal)