Lama Tak Rilis Album, Rihanna Kini Kaya Raya Berkat Kosmetik

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Kamis, 05 Agu 2021 10:03 WIB
Jakarta -

Meski telah lama tidak mengeluarkan karya musik, bukan berarti Rihanna tak jadi kaya raya. Dirinya justru baru saja dinobatkan sebagai triliuner karena produk kosmetik Fenty Beauty yang dimilikinya.

Tidak tanggung-tanggung, produk kecantikan itu membuat sang pelantun Umbrella menjadi musisi perempuan terkaya di dunia.

Tidak hanya itu, Rihanna juga tercatat sebagai perempuan nomor dua terkaya dalam industri hiburan. Dikutip dari Forbes dan Ace Showbiz, kekayaan Rihanna kini mencapai USD 1,7 Milyar atau setara dengan Rp 24,3 Triliun.

Kekayaan itu berada di bawah jumlah harta yang dimiliki oleh Oprah Winfrey, yakni sebesar USD 2,7 Milyar atau Rp 38,7 Triliun.

Fenty Beauty adalah produk kosmetik yang dirintis Rihanna sejak 2017. Ketika meluncurkannya, Rihanna mengatakan tujuan berdirinya merk dagang itu adalah agar semua perempuan merasa bisa menggunakan kosmetika itu.

Oleh karena itu, Fenty Beauty mengeluarkan 40 warna untuk jenis foundation yang menawarkan lebih banyak pilihan untuk berbagai warna kulit.

Berbeda dengan capaiannya di industri kecantikan, sebagai musisi, Rihanna justru terbilang telah lama tidak mengaluarkan karya. Dirinya terakhir kali mengeluarkan album ANTI pada 2016.

Rihanna beberapa kali berjanji akan segera menyelesaikan albumnya. Dia sempat mengatakan karantina COVID-19 membuat dirinya terinspirasi dan dia ingin membawa musiknya ke level yang baru di 2021.

Di sisi lain, dirinya juga sempat terlihat kesal ketika terus menerus ditanyai penggemar mengenai kapan dirinya akan merilis album baru.

"Komentar ini terlalu 2019. Dewasalah," ungkapnya pada salah satu penggemar.

Pada kesempatan lainnya, ketika ditanyai soal album, Rihanna malah menggunakan kesempatan untuk memberikan sindiran pada Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat yang saat itu sedang menjabat.

"Kalau kalian sekali lagi bertanya soal album terbaruku, aku sedang mencoba menyelamatkan dunia. Tidak seperti presiden kalian," tuturnya.

(srs/aay)