Wawancara Eksklusif

Perjuangan Pink Sweat$ Rintis Karier dan Sembuh dari Akalasia

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Rabu, 21 Jul 2021 16:40 WIB
Pink  Sweats, Pink Sweat$
Foto: dok. Pink Sweat$ / Warner Music Indonesia/ Resso Indonesia
Jakarta -

Pink Sweat$ terbilang sebagai pendatang baru yang tengah naik daun di dunia musik. Dirinya baru saja mengeluarkan album perdana berjudul Pink Planet di awal tahun ini. Tapi, perjalanan kariernya tidak bisa dinyatakan baru.

Pria bernama asli David Bowden itu lahir pada 14 Februari 1992. Dirinya mengenal musik sejak kecil.

Dalam wawancara virtual baru-baru ini, dirinya mengaku kenangan pertamanya yang ia ingat mengenai musik terjadi saat dirinya berusia tiga tahun. Saat itu, drum adalah alat musik pertama yang ia kenal.

Hanya saja, dirinya baru benar-benar mengenal musik di usia belasan. Di masa remaja, ia tumbuh di lingkungan gereja. Mendengarkan orang-orang menyenandungkan lagu puji-pujian sambil beribadah di gereja membuatnya jatuh hati pada musik.

"Inspirasi terbesarku di musik berasal dari datang ke gereja setiap hari Minggu. Aku menemukan kekuatan musik, bagaimana musik bisa membuat orang bersemangat dan bahagia. Saat itu, aku langsung ingin membuat orang merasa demikian," ujar Pink Sweat$.

Dia pun mulai serius bermusik di usia 19 tahun. Saat itu, Pink Sweat$ mulai mencoba menulis lagu.

"Ketika aku memulai karierku, sebenarnya aku belum memutuskan untuk benar-benar mendalami musik. Aku selalu tahu bahwa aku sangat suka pekerjaan yang berhubungan dengan proses kreatif. Saat itu aku masih sangat muda dan senang mencari hal baru," kenang dia.

"Aku lalu berada di studio dengan teman-temanku dan kebersamaan kami berakhir dengan membuat lagu secara bebas. Kami tidak menerapkan aturan dan hanya melontarkan kata-kata. Itu terasa benar-benar indah. Dari situ, aku mantap memulai karierku, mungkin saat itu aku berusia 19 tahun," sambung dia.

Berjuang Melawan Akalasia

Perjalanan karier Pink Sweat$ tak selalu berjalan mulus. Dirinya sempat didiagnosa mengidap akalasia, yakni gangguan pada kerongkongan yang merupakan penghubung antara mulut dan perut. Kondisi tersebut membuat pengidapnya sulit mencerna makanan dan minuman.

Saat menjalani pengobatan, Pink Sweat$ merasa musuk adalah hal yang sangat membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

Pink  Sweats, Pink Sweat$Pink Sweat$. Foto: dok. Pink Sweat$ / Warner Music Indonesia/ Resso Indonesia

"Aku berjuang melawan akalasia dalam waktu yang lama dan itu adalah masa-masa yang berat dalam hidupku. Tapi ketika aku mulai membuat musik, aku kemudian merasa bersemangat dan bahagia. Aku mulai merasa memiliki kesempatan kedua dalam hidup," kisahnya.

"Aku didiagnosa lalu menjalani pengobatan. Setelahnya aku merasa seperti mendapatkan kehidupan yang baru dan aku sangat bersyukur pada Tuhan karena telah memberiku kesempatan kedua," sambung dia.

Saat ini, Pink Sweat$ mengaku sudah pulih dari penyakit yang ia lawan itu dan telah melewati masa-masa terberat.

"Aku baik-baik saja saat ini. Aku sangat bahagia karena sekarang aku sehat," tutur dia.



Simak Video "Sandiaga Uno Pastikan Vaksinasi di Wisata Vaksin Gratis untuk WNI"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/tia)