Wawancara Eksklusif

Japanese Breakfast Menangkap Rasa dan Menulis tentang Manusia

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Sabtu, 05 Jun 2021 22:28 WIB
Japanese Breakfast
Foto: Peter Ash Lee/ dok. Japanese Breakfast
Jakarta -

Jujur dan apa adanya adalah kesan yang ditangkap ketika mendengarkan lagu-lagu dari Japanese Breakfast. Michelle Zauner, sosok di balik nama panggung tersebut, mengaku memang menuliskan perasaan yang ia tangkap dalam lagu-lagunya. Ia pun mengatakan dirinya selalu mencoba menulis tentang pengalaman manusia.

Bila dalam dua album sebelumnya, yakni Psychopomp (2016) dan Soft Sounds from Another Planet (2017), ia berbicara tentang kesedihan dan kehilangan, kini dalam album barunya Jubilee (2021), Japanese Breakfast mencoba membagi tentang kegembiraan.

Menurutnya, ketika menulis lagu, dirinya cenderung menggunakan kepekaannya dan menangkap segala rasa, lalu menuliskannya. Lagu-lagunya berangkat dari pengalaman pribadinya hingga pengamatannya terhadap sekitar.

"Hal yang menarik dari menulis lagu adalah kamu bisa menggabungkan apa yang nyata dan apa yang fiksi. Aku sangat tertarik dalam menangkap pengalaman manusia dan menuliskannya dalam sudut pandang fiksi atau mungkin beberapa waktu, aku menulisnya dari sudut pandang kehidupan pribadiku," cerita Japanese Breakfast dalam wawancara virtual dengan detikcom, baru-baru ini.

Meski demikian, Zauner menjelaskan, kebanyakan proses penulisan lagunya berawal dari pengalamannya atau apa yang diamatinya tentang sekitar kemudian ia mengembangkannya menjadi sebuah cerita.

"Aku mencoba menulis lebih banyak dari perspektif fiksi," sebut dia.

Ketika ditanyai apa hal apa yang mempengaruhi proses kreatifnya, dirinya mengaku tidak tahu pasti. Baginya, inspirasi untuk menulis lagu kerap datang begitu saja.

"Aku tidak tahu, aku selalu seperti itu. Aku rasa itu lah seni, kamu begitu sensitif dan peka menangkap pengalaman manusia dan menuangkannya menjadi sesuatu yang menyentuh hati dengan mencari makna dan itulah yang aku cari," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, detikcom menanyakan apakah pandemi virus Corona yang berlangsung selama setahun belakangan mempengaruhi proses kreatifnya, dirinya pun mengaku tidak tahu. Sebab, Zauner telah menulis karyanya untuk album Jubilee sebelum pandemi berlangsung.

"Album ini ku tulis pada Desember 2019, jadi ini ditulis sebelum pandemi," jawab dia.



Simak Video "Wawancara Eksklusif! 'JOURNEY' Henry Lau Bareng detikcom"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/nu2)