Grup Musik dari Jember Jadi Juara Lomba Musik Kemenparekraf

Yudistira Imandiar - detikHot
Selasa, 25 Mei 2021 14:20 WIB
Kemenparekraf
Foto: Dok. Kemenparekraf
Jakarta -

Grup musik asal Jember, Jawa Timur menjuarai Lomba Karya Musik Anak Komunitas bertajuk 'Kamu Aku Indonesia'. Kompetisi tersebut digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk merangsang kreativitas anak bangsa sekaligus mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

Malam puncak Lomba Karya Musik Anak Komunitas digelar pada Senin (24/5) malam di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta Pusat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut hadir di acara tersebut.

"Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia termasuk seni musik nusantara. Meskipun kita sangat beragam dan memiliki banyak perbedaan, namun dengan musik yang sangat universal, kita semangat untuk menjadi bangsa yang besar, bangsa yang cinta dan bangga dengan budayanya," ujar Sandiaga dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (25/5/2021).

Sebanyak 419 komunitas berpartisipasi dalam Lomba Karya Musik Anak Komunitas. Setelah melalui proses penjurian, terpilih lima finalis yang menampilkan karyanya di acara malam puncak.

Berdasarkan penilaian oleh para juri, Linkrafin dari Jember, Jawa Timur terpilih sebagai juara pertama sekaligus juara favorit. Walk On Water dari Sumatera Utara menjadi kampiun kedua, sedangkan juara ketiga diraih Cendrawasih Team dari Papua. Selain itu, Kreasi Anak Paser dari Kalimantan Timur dan Musisi Kulon Progo dari Yogyakarta masing-masing menjadi juara harapan 1 dan 2.

"Terima kasih untuk rekan-rekan komunitas musik di seluruh Indonesia atas partisipasinya dan semangat tinggi tanpa mengenal lelah pada keikutsertaannya dalam kegiatan yang super keren ini. Selamat saya ucapkan kepada para pemenang Lomba Karya Musik Anak Komunitas 2021, sebetulnya semuanya adalah pemenang dan saya sangat terpukau atas penampilan para finalis yang spektakuler. Dan ini adalah bukti bahwa kita memiliki talenta-talenta yang memiliki daya saing di tingkat dunia," ulas Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan industri musik memiliki potensi ekonomi serta potensi dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Saat ini, terdapat 18 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan penghidupannya pada sektor ekonomi kreatif, tidak terkecuali industri musik.

"Banyak pemusik kita yang berhenti berkarya di tengah pandemi. Akan tetapi, Kemenparekraf melakukan langkah-langkah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, sehingga kita bisa mengapresiasi karya-karya para musisi daerah yang diciptakan selama pandemi ini. Besar harapan kami industri musik Indonesia dapat senantiasa berkontribusi sebagai katalisator kebangkitan sektor parekraf di Indonesia," urai Sandiaga.

Melly Goeslaw yang hadir sebagai juri kehormatan mengaku terpukau dengan penampilan Linkrafin dari Jawa Timur. Ia menilai penampilan Linkrafin sangat sempurna, mulai dari aransemen vokal, kostum, hingga koreografinya yang sangat terkonsep.

"Mereka ini bisa dibawa keliling dunia, main di sana, disaksikan oleh dunia. Ini keren banget, tidak ada cacatnya, nyanyinya bagus, aransemen vokalnya bagus, aransemen musiknya apalagi, begitupun kostum dan juga koreografernya. Mereka memasukkan banyak unsur ke dalam satu lagu itu tidak gampang, dan mereka berhasil dan enggak maksa, packagingnya bener-bener terkonsep," sanjung Melly.

Juri kehormatan lainnya, Helmi Yahya mengatakan sebagai penikmat seni, ia memandang karya-karya anak komunitas ini menunjukkan Indonesia memiliki keberanekaragaman budaya. Helmi terkesima dengan kostum hingga alat musik yang ditampilkan para peserta.

"Saya terpukau dengan kostumnya, dengan alat musik yang dibawa. Jadi menurut saya, jangan pernah minder dengan tradisi kita, asal cirinya kuat banget, diferensiasinya kuat banget, kita percaya betul dengan musik, kita bisa mempromosikan Indonesia ke seluruh dunia," sebut Helmi.

Adapun aspek penilaian Lomba Karya Musik Anak Komunitas terdiri dari beberapa aspek. 30 persen dari penilaian seleksi 50 besar, 15 persen likes di media sosial, dan 55 persen penilaian di malam puncak. Para pemenang Lomba Karya Musik Anak Komunitas mendapatkan hadiah uang tunai dan mendapatkan fasilitas dari Kemenparekraf.

Life Achievement Award Didi Kempot

Pada acara Malam Puncak Lomba Karya Musik Anak Komunitas juga disampaikan penghargaan life achievement_untuk almarhum Didi Kempot. Maestro campursari itu dianggap sebagai sosok penjaga bahasa dan tradisi Jawa melalui seni musik. Sepak terjang Sandiaga menyampaikan Didi Kempot menjadi bukti kekayaan budaya Indonesia memiliki kekuatan dan daya tarik untuk dikenal, tidak hanya oleh masyarakat lokal tapi juga global.

"Dari seorang Didi Kempot, insan kreatif Tanah Air dapat memetik banyak hal. Mulai rasa bangga akan budaya lokal, semangat pantang menyerah, serta di saat yang bersamaan menata diri untuk selalu rendah hati," ungkap Sandiaga.

Penghargaan tersebut diberikan secara simbolik oleh Menparekraf kepada Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu, sebagai perwakilan alm. Didi Kempot.

"Sang Legenda Campursari tak pernah mengenal lelah dalam berkarya untuk Indonesia. Satu panutan yang sangat baik bagi generasi penerus untuk turut serta terlibat dalam pelestarian budaya bangsa yang sangat kaya dan asli. Terima Kasih Didi Kempot, karya besar dan semangatmu menginspirasi semangat budaya di seluruh Indonesia," tutur Sandi.

(akn/ega)