Chris Brown Digugat karena Kelakuan Anjing Peliharaannya

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Jumat, 16 Apr 2021 09:03 WIB
LOS ANGELES, CALIFORNIA - JANUARY 26: (L-R) Chris Brown and Royalty Brown attend the 62nd Annual GRAMMY Awards at Staples Center on January 26, 2020 in Los Angeles, California. (Photo by Amy Sussman/Getty Images)
Chris Brown. Foto: Amy Sussman/Getty Images
Jakarta -

Kejadian tidak mengenakkan tengah menimpa asisten rumah tangga dari Chris Brown. Salah seorang asisten rumah tangga diserang oleh anjing peliharaan milik musisi pelantun With You itu.

Atas kejadian itu, asisten rumah tangga Chris Brown lainnya pun melaporkan pria kelahiran 5 Mei 1989 itu ke pihak yang berwajib.

Menurut TMZ, gugatan tersebut dilayangkan oleh Patricia Avila. Dalam laporannya, dia menjelaskan bahwa dirinya dan saudaranya, Maria, memang diminta Chris Brown datang ke kediamannya di Tarzana untuk membersihkan rumah itu secara berkala sebanyak dua kali seminggu.

Patricia Avila lalu mengatakan dia dan Maria memang mengetahui Chris Brown memelihara anjing di rumahnya itu. Hanya saja, selama ini anjing tersebut selalu ditaruh di tempat terpisah dari area yang biasa mereka bersihkan.

Hingga suatu hari, ketika saudaranya, Maria membersihkan halaman belakang, anjing milik Chris Brown menyerang Maria. Dalam serangan itu, Maria mendapatkan luka sobek sebesar tiga hingga empat inchi di lengannya dan gigitan di wajah dan kaki.

Jenis anjing yang menyerang Maria di halaman belakang rumah Chris Brown tersebut adalah Caucasian shepherd atau Caucasian ovcharka.

Menurut People, dalam laporan yang dilayangkan Patricia Avila, ia mengetahui insiden itu dari teriakan Maria dan menemukan saudaranya itu bersimbah darah sambil menangis dan berteriak. Ia pun segera meminta Chris Brown untuk menelepon 911.

Luka akibat serangan yang dilakukan anjing milik Chris Brown itu menyebabkan Maria harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit dan melewati dua operasi.

Rupanya tidak hanya Maria yang menjadi korban dari kejadian itu. Sejak kejadian itu, Patricia juga dilaporkan mengidap sejumlah gangguan emosional, termasuk gangguan trauma, gangguan kegelisahan, depresi dan serangan panik. Semua hal itu tercatat dalam dokumen gugatan Patricia.

Patricia bahkan mengaku tidak dapat meninggalkan rumahnya dan tidak bisa berhenti dibayang-bayangi oleh kejadian mengerikan yang membuat saudaranya terluka.

Dalam tuntutannya, Patricia meminta uang ganti rugi dalam jumlah yang belum ditentukan dengan alasan hilangnya mata pencaharian karena tidak bisa bekerja, tagihan biaya kesehatan dan kerugian emosional yang dia rasakan.

(srs/doc)