Ardhito Pramono Klarifikasi Terkait Penggunaan Lagunya di Acara TV Korsel

Tim Detikcom - detikHot
Selasa, 13 Apr 2021 19:04 WIB
Ardhito Pramono saat berkunjung ke kantor detikcom.
Ardhito Pramono. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta -

Ardhito Pramono baru-baru ini mengungkapkan kekecewaannya terkait lagunya yang digunakan dalam acara televisi di Korea Selatan. Rasa kecewanya ia tumpahkan melalui akun Instagram miliknya, sebab dirinya merasa tidak mendapatkan kabar mengenai penggunaan karyanya itu.

Menyusul unggahan Ardhito Pramono di Instagram Story miliknya, pihak stasiun televisi yang menayangkan acara tersebut, yakni tvN, langsung memberikan klarifikasi. Mereka menyebut telah membayarkan hak royalti pada asosiasi pencipta musik di Korea Selatan.

Musisi kelahiran 22 Mei 1995 itu pun mengakui bahwa kekecewaannya bersumber dari kesalahpahaman yang terjadi antara perwakilan label di Korea Selatan dengan pihak label rekaman yang menaungi Ardhito Pramono di Indonesia.

Dalam sambungan telepon dengan detikcom, Ardhito Pramono pun menjelaskan awal dari kesalahpahaman tersebut bermula. Dirinya mengaku kecewa sebab tidak ada pemberitahuan lebih lanjut pada dirinya terkait penggunaan lagunya tersebut.

Pelantun Fine Today itu mengaku justru mengetahui lagunya digunakan dalam acara televisi di Korea Selatan karena ada banyak penggemarnya yang mengabarinya melalui media sosial.

"Yang gue sedihiin itu, tahunya itu dari media sosial yang nge-tag itu, 'Ada lagu Ardhito di variety show Korea nih, tapi report-nya belum ke saya. Sama sekali nggak ada pemberitahuan (ke) kami, (lagu) mau dimainin di variety show Korea lagi," jelas Ardhito pada detikcom, Selasa (13/4/2021).

"Yang jadi problemnya itu saja sih. Mungkin dari sisi Ardhito Pramono nggak nuntut untuk bayaran atau apa, cuman ingin musisi Indonesia lebih diakui saja. Mungkin pihak variety show-nya sudah membayar, bahkan ngasih tahu ke asosiasi musik di negara tersebut, cuman yang disayangkan perwakilan artis di negara tersebut dimana informasinya saja saya nggak dapat," sambung dia lagi.

Menurut Ardhito Pramono, ini adalah pertama kalinya dirinya tidak mendapatkan laporan terkait penggunaan lagunya. Padahal, biasanya pihak label selalu memberikan informasi dan laporan terkait pemutaran lagunya.

"Kalau itu sebenernya ngomong ke anak publisher. Memang biasanya beliau nginformasikan sih sebenernya, 'Ada lagu Ardhito yang akan dibawakan di youtube dan talkshow saja dia ngasih tahu'. Dan mungkin selama ini Sony (label tempat Ardhito bernaung) sudah melakukan hal yang benar, yang ada missed-nya itu mungkin antara Sony Music Korea ke Indonesia. Karena pengalaman aku selama ini aku selalu diinform sih tentang lagu-lagu secara online dan offline ya, kayak performing rights segala macem," ungkap Ardhito.

Dirinya juga mengakui memang sempat ada pembicara terkait dirinya, label tempatnya bernaung dengan pihak tvN yang terjadi dua tahun lalu. Saat itu, pihak tvN meminta izin untuk menggunakan lagu Bitterlove untuk acara tengah malam. Hanya saja, setelah itu, Ardhito Pramono tidak lagi mendapat laporan terkait penggunaan lagunya.

"Obrolan sudah terlaksana dari dua tahun lalu mengenai variety show tersebut. Bahkan pertama kali lagu Ardhito Pramono terputar di variety show Korea, kalau nggak salah tvN ada acara late night bersama salah satu penyiar radio di sana, lagu Bitterlove dimainkan untuk jadi penutup acara tersebut. Dan pada saat itu, host nyebut ngasih klaim kalau lagunya punya musisi Indonesia, pada saat itu nggak kami masalahin," cerita Ardhito.

Akan tetapi, dirinya semakin banyak menemukan lagunya diputar dan bukan hanya Bitterlove. Ardhito Pramono menyebutkan, salah satu acara televisi di Korea Selatan yang memutar lagunya adalah Three Meals a Day dan The Return of Superman.

"Yang udah mulai (Ardhito ketahui) Three Meals a Day, terus Superman (The Return of Superman) itu, ada beberapa variety show lain yang makai lagu kami. Kayaknya hampir setahun deh kalau yang Three Meals a Day ini, di awal-awal pandemi," tuturnya.

"Pokoknya album ketiga Ardhito, yang A Letter to My 17 Year Old itu (lagu-lagunya) sudah dipakai hampir semua. Cuman pihak variety show-nya ngeklaim cmn satu lagu (Bitterlove), padahal yang dipakai itu ada Superstar, pernah ke spotted juga ada Say Hello, pernah ke spotted juga ada 9 to 5, pernah Bitterlove. Cuman mungkin yang diklaim hanya satu lagu. Nggak tahu sih, bukan pasrah ya, etika aja sih. Sangat menyayangkan," lanjutnya menyesalkan.



Simak Video "Ardhito Pramono Sebut Lagunya Sering Dipakai di TV Show Korea"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dal)