Dianggap Sentuh Isu Rasis, 88rising Minta Maaf

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Jumat, 19 Mar 2021 15:48 WIB
88rising
Foto: (official 88rising)
Jakarta -

Gelombang protes yang disebabkan oleh tindakan rasialisme terhadap warga keturunan Asia di Amerika Serikat memenuhi media sosial. Hal itu dipicu oleh kasus penembakan di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat yang memakan korban jiwa.

Peristiwa penembakan yang terjadi pada Selasa malam, 16 Maret 2021 itu tercatat menewaskan delapan orang dengan enam orang di antaranya adalah keturunan Asia. Tagar dan kampanye Stop Hate Asia pun banjir di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, 88rising mengunggah sebuah gambar berwarna kuning polos bertuliskan, "Cukup adalah cukup. Hati kami patah karena kekerasan yang menjijikan dan tidak berkemanusiaan di Georgia malam ini. Kekerasan terhadap komunitas Asia harus berakhir. Mari lindungi sesama dan berdiri melawan kebencian."

Sayangnya pesan tersebut dianggap disampaikan secara tidak sensitif. Penggunaan warna kuning membuat sejumlah pihak merasa 88rising justru bersikap rasis terhadap warna kulit warga keturunan Asia.

Sebab, selain warna kuning merupakan stereotip rasis yang ditempelkan untuk warga keturunan Asia, tidak pula semua orang Asia memiliki kulit berwarna kuning. Nyatanya, warna kulit dari warga Asia beragam di berbagai wilayah. Hal itu yang membuat 88rising dianggap warganet mempertegas diskriminasi.

Selain itu, imbuhan, "Lebih banyak lagi dari kami segera," yang mereka bubuhkan sebagai penutup kalimat membuat sejumlah pihak menganggap mereka mengambil kesempatan dari kejadian tersebut untuk berpromosi.

Setelah menerima kritik tajam dari warganet, unggahan itu kemudian dihapus. Mereka lalu mengunggah pernyataan permohonan maaf di akun Instagram-nya.

"Terima kasih untuk komunitas kami yang telah membagikan komentar dan kritik pada kami. Tidak pernah menjadi tujuan kami untuk melukai siapapun, tapi kami menyadari efek yang kami timbulkan dan meminta maaf," bika mereka dalam pernyataan maaf tersebut.

"Kami tidak mencoba memulai gerakan kuning, yang menyebabkan hal itu disalahartikan. Kami merasa sakit hati dengan apa yang terjadi di Georgia dan ingin membagikan perhatian kami pada komunitas Asia memerangi kekerasan," jelas mereka.

88rising juga menambahkan, "Kami mengerti atas tanggung jawab dan platform yang kami miliki dan mencoba menggunakannya."

[Gambas:Instagram]



Permohonan maaf itu pun kemudian rupanya masih dibanjiri oleh ketidakpuasan berbagai pihak. Sejumlah warganet pun mengungkapkan kembali protesnya di kolom komentar.

"Aku masih mencoba mencari kenapa kalian semua berpikir tidak apa-apa untuk memilih warna itu," keluh pemilik akun @nanassuccas.

"Ku pikir seharusnya itu sudah diketahui (88rising) bahwa memanggil orang Asia kuning adalah penghinaan rasial," kata pemilik akun @leoxfoo.

Sebelumnya, 88rising dikenal sebagai label musik yang berbasis di Amerika Serikat dan memayungi sejumlah artis asal Asia. Beberapa musisi Indonesia yang bernaung di bawah label tersebut antara lain Rich Brian, NIKI, dan Stephanie Poetri.



Simak Video "Jadi Penyanyi, Anak Ferdy Element Akui Ada Bayang-Bayang Nama Ayahnya"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)