Seluk-beluk Musik Dangdut, dari Budaya hingga Genre Barunya

Irfan Satria - CXO Media - detikHot
Sabtu, 06 Feb 2021 12:45 WIB
Didi Kempot
Foto: CXO Media
Jakarta -

'Dangdut is the music of my country', begitulah judul lagu dari grup musik asal Bandung Project Pop. Salah satu genre musik populer tradisional yang memiliki unsur India, Melayu, dan Timur Tengah. Dangdut sebenarnya berasal dari bunyi gendang, dang-dang-dut.

Dangdut selalu menarik perhatian masyarakat. Musik ini bisa dibilang sangat dekat dengan khalayak.

"Dangdut menarik karena punya semangat percampuran dan kekinian," kata Michael HB dalam tayangan 'Kultur-Dangdut Tak Ada Hentinya Buat Terkejut' di YouTube CXO Media.

Menurut dia, Dangdut selalu mencampurkan apa yang sedang trendi di masyarakat, isu apa yang sedang hangat, dan apa yang terjadi di sekitar.

Siapa yang sangka bahwa Dangdut juga sering dijadikan alunan musik berdisko. Dangdut ini bernama Funkot. Funkot sering digunakan di kelab malam, itu terjadi di beberapa area Jakarta. Dahulunya di Bundaran HI. Pedangdut yang membawakan jenis ini adalah Jeffry Bule.

Pada tahun 2012, mulai muncul dangdut yang anak muda banget. Mereka yang membawakan dangdut ini, seperti Om Wawes, Ndarboy Genk, Guyonwaton, dan juga Denny Caknan.

Menurut Michael, mereka semua adalah dangdut baru atau dangdut Jawa kontemporer. Secara spesifik dinamakan Dangdut Ambyar. Referensi mereka hanya satu, yaitu almarhum Didi Kempot.

Dangdut juga sering mengalami gesekan antara jenis musik lainnya. Hal ini kerap kali terjadi di Indonesia. Penasaran dengan sejarah musik dangdut dan segala yang terjadi di dalamnya? Tonton Kultur hanya di channel CXO Media, setiap hari Kamis jam 20.00 WIB! Kamu juga bisa cek Instagram-nya Kultur di @kultur.cxo. Jangan lupa follow ya!

(ncm/ega)