Wawancara Eksklusif

The Panturas Ingin Berlayar Lebih Jauh dengan Perahu Lebih Besar

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 29 Nov 2020 11:55 WIB
The Panturas, .Feast, Soundstream
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

The Panturas mengeluarkan single berjudul Balada Semburan Naga belum lama ini. Lagu itu akan menjadi pembuka dari album yang saat ini tengah dalam proses penggarapan.

Ada hal baru yang dilakukan The Panturas untuk album barunya itu. Selain menjanjikan penggalian dari segi musik yang lebih dalam, mereka juga menggandeng Lafa Pratomo sebagai produser.

Bagi band beranggotakan Abyan Nabilio atau Acin (vokal), Rizal Taufik atau Ijal (gitar), Bagus Patria atau Gogon (bass), dan Surya Fikri atau Kuya (drum) ini kali pertama mereka menggarap album bersama produser.

Menurut The Panturas, kehadiran produser memberikan andil yang terbilang besar bagi mereka. Sebab Lafa Pratomo yang menyatukan empat isi kepala yang berbeda-beda.

"Lebih menjembatani. Karena ini kan empat kepala yang berbeda, karena produser itu menjembatani dan mengambil jalan tengah dari empat ide si personel The Panturas ini sih," ujar Ijal pada detikcom dalam wawancara virtual, baru-baru ini.

Para personel The Panturas mengungkapkan ingin menggarap album baru mereka lebih serius ketimbang album debut mereka, Mabuk Laut (2018). Bila di Mabuk Laut ada beberapa bebunyian yang belum terwujud, di album ini, mereka mencoba menggarapnya secara perlahan dan mewujudkan segala ide yang ada di kepala mereka.

"Memang kami ingin lebih mateng, jadi apa yang kami pikirin, kami masukin aja. Saya sendiri nggak ingin apa yang ada di Mabuk Laut kayak terulang. Kalau yang di sini, yau sudah kami kasih spare waktu," jelas Kuya.

Kuya mengibaratkan album kedua The Panturas itu akan menjadi pelayaran yang lebih jauh dengan kapal yang lebih besar.

"Terus secara konsep yang bakal beda dari Mabuk Laut, ya Mabuk Laut tuh kayak kapal nelayan yang ada di pinggir pantai. Dia emang peruntukkan kapalnya untuk encari ikan. Kalau di sini kami lebih kayak kapal yang lebih besar. Kami bakal menceritakan sesuatu perjalanan dari dermaga ke dermaga, kalau dermaga ke dermaga itu kan bisa dari kota ke kota, pulau ke pulau, negara ke negara lain," tutur Kuya.

"Jadi mungkin terdengarnya lebih beragam dan besar. Lebih proper dan lebih tepatnya, lebih beragam," sambung dia.

Meski berupaya menyuguhkan sesuatu yang baru dalam karya-karya selanjutnya, tetapi The Panturas mengaku tidak akan menghilangkan ciri khas yang telah lama mereka pegang, yakni bebunyian gitar yang terdengar 'becek'.

"Mungkin yang menurut gue membedakan The Panturas dengan yang lainnya itu kami sebenernya kan nama genre versi kami itu klab rock selancar kontemporer kan. Mungkin bahasa umumnya surf rock. Yang membedakan kami dengan musik lainnya itu adalah bebunyian gitar becek yang timbul karena efek spring reverb. Itu yang nggak akan kami ilangin," kaya Gogon.



Simak Video "Rizky Febian-Fourtwnty Rayakan 17 Agustusan di Konser Virtual"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dal)