30 Tahun Pimpin Orkestra, Erwin Gutawa Tak Pernah Bawakan Lagu Barat

Abu Ubaidillah - detikHot
Jumat, 28 Agu 2020 16:08 WIB
Erwin Gutawa
Erwin Gutawa (Foto: Abu Ubaidiliiah/detikcom)
Jakarta -

Erwin Gutawa mengungkapkan dalam setiap pertunjukan musik bersama Orchestra-nya hampir tidak pernah membawakan lagu barat. Erwin memiliki alasan khusus mengapa hal tersebut dia lakukan selama perjalanan hampir 30 tahun bermusik.

"Jadi orchestra saya bisa dibilang sama sekali nggak pernah membawakan lagu barat karena ingin memajukan musik atau seni musik Indonesia," tegasnya ketika dihubungi detikcom melalui aplikasi Zoom, Kamis (27/8/2020).

Ia pun mengungkapkan, ketika ada ajakan untuk berkolaborasi dalam pentas musik yang diselenggarakan dalam konteks untuk memajukan Indonesia maka Erwin Gutawa Orchestra akan dengan senang hati berpartisipasi, seperti Pentas Musik Satukan Energi untuk Indonesia Maju yang digelar BNI bersama detikcom. Itulah alasan Erwin Gutawa Orchestra dibentuk, yakni untuk memajukan seni musik dan seni budaya Indonesia.

"Ketika BNI membuat acara ini dibantu oleh detikcom, itu kan konteksnya dari awal juga mereka come up dengan bikin acara yang bisa membangkitkan Indonesia karena konteksnya sebagai peringatan Kemerdekaan di bulan Agustus gitu ya," ungkapnya.

Dalam pentas ini, sejumlah lagu-lagu nasional dibawakan, seperti Indonesia Raya versi full atau 3 stanza untuk menimbulkan rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap negeri serta lagu Indonesia Pusaka yang bermakna menceritakan betapa indahnya Indonesia.

Selain itu, ada pula sejumlah lagu hits Tanah Air lainnya yang dibawakan dengan alasan khusus, seperti Gemu Fa Mi Re dari NTT yang mewakili kesenangan untuk merayakan kemerdekaan. Pada Alamat Palsu yang aslinya ber-genre dangdut, disini Erwin ingin menampilkan keanekaragaman musik asli Indonesia yang penuh dengan kreatifitas.

"Kita tahu Alamat Palsu bergenre dangdut, saya bukan musisi dangdut, Weird Genius bukan musisi dangdut, cuman kami men-challenge diri kami karena konteksnya itu kreativitas gak terbatas, saya berkolaborasi bisa menghasilkan hasil yang tak terduga, bisa melahirkan suatu ide baru. Dan akhirnya jadilah Alamat Palsu versi EDM bercampur dengan orkestra," jelasnya.

Selain itu ada pula lagu Lathi untuk mengingatkan kembali musik Indonesia bisa memiliki prestasi karena lagu Lathi tidak hanya disukai oleh anak muda Indonesia, melainkan dunia, mengingat pada lagu ini, musik dan nada gending Jawa sangat kental terdengar. Lalu ada juga lagu Badai Pasti Berlalu sebagai pengingat dan kata-kata inspiratif agar masyarakat bisa tetap optimis dan percaya ujian ini bisa berakhir dan kondisi akan kembali seperti sedia kala.

"Pada lagu Badai Pasti Berlalu yang dinyanyikan oleh Judika, juga di selipkan potongan-potongan pidato Soekarno untuk memperkuat pesan-pesan optimis, harus bisa bangkit, jangan menyerah, bangsa Indonesia yang kuat dan akan tetap eksis sepanjang masa," katanya.

Erwin juga mendorong agar musisi Indonesia terus berkarya agar musik Indonesia dapat terus maju, terutama dengan menggali potensi-potensi seni budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Erwin menyarankan untuk mengamati seni budaya, cara berpikir, cara orang Indonesia berkehidupan, dan kebiasaan orang Indonesia, lalu konversikan hal tersebut menjadi ide.

"Seni tradisi kita gak cuma gamelan, tapi macem-macem di seluruh Indonesia, dari instrumen, skala nada, variasi ritme, kalau itu bisa dianalisa, terus kita kombinasikan dengan ide-ide musik modern yang kita tekuni terus kita combine itu menurut saya akan menjadi suatu ide yang mungkin orang luar gak akan kepikiran," katanya.

Namun demikian, Erwin juga tak menyangkal dalam proses menciptakan karya, pasti ada momen seseorang merasa mulai menyerah yang dikatakannya sebagai momen up and down. Menurutnya itu adalah bagian dari dinamika dan rasa optimisme harus tetap jalan.

"Katakanlah kita udah mengamati seni budaya, tapi kalau seni musiknya gak dipelajari ya percuma, sama dengan bidang lain. Saya rasa yang bisa menjaga stamina kita untuk dalam up and down adalah ilmu itu sendiri, ketika ilmunya terus kita gali, itu yang akan menjaga supaya kita tetap semangat terhadap ide-ide kita," saran Erwin.

Terakhir, Erwin optimis musisi Indonesia bisa bersaing dengan musisi dunia. Ia menyebut saat ini adalah kesempatan untuk generasi muda mengeksplor diri karena batasan-batasan sudah tidak ada. Saat ini, orang di seluruh dunia bisa mengeksplor apa saja yang dibuat. Terlebih karena potensi seni budaya Indonesia sangat kuat dan besar.

"Potensinya karena kita punya latar belakang seni budaya yang sangat kuat jadi sebetulnya musik harusnya kita punya satu ciri khas yang kuat walaupun itu musiknya rock, metal, EDM, pop, jaz, tentu rasa keindonesiaannya kuat banget yang membuat orang lain jadi gak bisa mainin itu, cuma orang Indonesia yang bisa mainin itu" pungkasnya.

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Erwin Gutawa Libatkan 50 Orang di Konser Orkestra Online"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)