Agar Mendunia, Ini Pesan Erwin Gutawa ke Musisi Muda

Nurcholis Maarif - detikHot
Sabtu, 22 Agu 2020 21:20 WIB
Musisi yang juga konduktor, Erwin Gutawa meresmikan lembaga pendidikan musik Erwin Gutawa Music Scholl (EGMS), di Jakarta, Rabu (17/01/2018).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Erwin gutawa memberikan saran buat musisi muda Indonesia supaya musik mereka bisa mendunia. Salah satunya yaitu dengan membuat karya yang belum ada maupun belum pernah dibikin orang lain.

Sang komposer menjelaskan masalah teritori saat ini tidak menjadi masalah buat mengenalkan karya ke dunia. Ia menekankan ke musisi muda yang paling penting adalah untuk membuat karya yang belum pernah ada sebelumnya.

"Masalah-masalah teritori udah nggak ada halangan lagi. Kalau kita musisi bikin lagu, yang nonton dari mana aja, bukan hanya dari Indonesia," ujar Erwin dalam 'Pentas Musik Satukan Energi untuk Indonesia Maju', Sabtu (22/8/2020).

"Jadi menurut saya yang paling penting harus bikin sesuatu aja, bikin karya. Bikin sesuatu yang nggak pernah dibikin orang lain atau belum pernah dibikin orang lain," imbuhnya.

Erwin mengatakan hal tersebut karena yakin musisi Indonesia punya potensi sukses di internasional. Ia mencontohkan lagu Lathi yang sudah mendunia membuatnya bangga sebagai orang Indonesia.

"Punya potensi untuk itu, jadi kita harus optimis sebagai bangsa dan banyak contohnya. Salah satunya kaya kita tahu Weird Genius. Sekarang kita bangga sebagai orang Indonesia karena karyanya diterima publik (dunia) itu hebat. Walaupun (mereka) angkatan ade gue, tapi kan bangga banget," tuturnya.

Pada 'Pentas Musik Satukan Energi untuk Indonesia Maju' yang dipersembahkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-75 tersebut, Erwin Gutawa Orchestra tampil berkolaborasi dengan Weird Genius dan Sara Fajira.

Melalui aransemen khas besutan sang maestro dan Weird Genius, Sara Fajira menyanyikan lagu Lathi dan Alamat Palsu yang disiarkan secara virtual di detikcom. Selain itu, ada juga penampilan dari Isyana Sarasvati, Andmesh Kamaleng, dan Judika yang dipandu oleh Daniel Mananta.

(prf/ega)