Glenn Fredly yang Abadi dalam Kenangan The Bakuucakar

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 16 Agu 2020 06:20 WIB
Flavs 2020
Flavs Virtual Festival. Foto: Saras/detikHOT
Jakarta -

Tampilnya The Bakuucakar menjadi salah satu yang menarik dalam Flavs Virtual Festival. Berkolaborasi dengan Teddy Adhitya dan Ras Muhammad, mereka mengenang mendiang Glenn Fredly.

Saat Flavs 2020 diumumkan sebelum masa pandemi, Glenn Fredly seharusnya dijadwalkan tampil bersama band pengiringnya, The Bakuucakar. Sayangnya, masuknya COVID-19 ke Indonesia membuat Flavs harus mengalami penundaan.

Penundaan itu kemudian berujung pada bergantinya Flavs 2020 ke format virtual. Sebelum sempat tampil dalam acara itu, Glenn Fredly meninggal dunia pada 8 April 2020.

Dalam Flavs Virtual Festival hari pertama, Sabtu (15/8/2020), The Bakuucakar mengajak para penonton untuk merayakan karya-karya dari mendiang Glenn Fredly yang ia buat semasa hidupnya dalam format The Bakucakar Reminising Glenn Fredly.

Bukan hanya bersenang-senang dengan lagu milik pria kelahiran 30 September 1975 itu, namun The Bakuucakar juga menghadirkan suasana haru dan kerinduan akan sosok sang musisi.

Romansa ke Masa Depan dan Kau menjadi lagu yang membuka penampilan The Bakuucakar malam hari itu. Rifka Rachman lalu menyapa para penonton yang ada di tempatnya masing-masing.

"Selamat datang, akhirnya kami bisa main lagi di tengah masa pandemi," ujar Rifka Rahman. "Kami perdana main di sini," kata Andre Dinuth menambahkan.

Para personel The Bakuucakar pun mulai mengenang sosok Glenn Fredly. Mereka berharap, dari peristirahatan terakhirnya, Glenn bisa bahagia melihat bandnya tetap bermusik bersama.

"Seperti yang kita tahu, dia (Glenn Fredly) sudah nggak ada. Walaupun begitu, malam ini dia ada bersama kami ya di sini," ungkap Rifka Rachman.

Nicky Manuputty menambahkan, "Ini pertama kali The Bakuucakar main begini. Lagu pertama berat," akunya.

Rifka Rachman pun mengatakan dirinya yakin bahwa Glenn Fredly ingin The Bakuucakar tetap bermusik meskipun tanpanya. "Satu yang pasti Glenn pasti tetap pengen kami main terus," tutur Rifka.

Selain sebagai musisi, Glenn Fredly tidak hanya dikenal dengan lagu-lagunya. Dia juga kerap menyuarakan sejumlah isu sosial, terutama yang terjadi di belahan Indonesia bagian Timur.

Malam itu, The Bakuucakar juga membawakan dua lagu mengenai Indonesia Timur. Bersama Ras Muhammad, lagu Tanah Perjanjian yang menyoal perihal Papua dinyanyikan.

Selanjutnya, Teddy Adhitya bergabung bersama Ras Muhammad, keduanya lalu ikut menyanyikan lagu berjudul Timur.

"Lagu ini berat, jadi gue bingung sebenernya mau ngomong apa, cuman sebuah kehormatan untuk berada di sini bersama teman-teman Bakuucakar," ucap Teddy.

Sebuah tembang cinta Sekali Ini Saja pun dibawakan oleh Teddy Adhitya bersama The Bakuucakar. Beberapa kali, Teddy tampak haru. Permainan saxophone dari Nicky Manuputty pun menjadi bagian spesial pada lagu itu.

"Sekali lagi tepuk tangan utk Bakuucakar. Mungkin teman-teman di rumah jg merasakan apa yang kami di sini rasakan," ujarnya.

Meski Glenn Fredly telah tiada, namun kenangan akan dirinya rupanya akan tetap tinggal di benak para personel The Bakuucakar. "Kami merasakan kakak Bung (panggilan untuk Glenn Fredly) ada di sini," tutur Andre Dinuth.

You're My Everything pun dibawakan setelahnya. Penampilan The Bakuucakar dan segala nostalgia akan sosok Glenn Fredly rupanya bisa menjadi pengobat rindu dan membuat semakin sadar bahwa Glenn adalah sosok yang dicintai oleh para pendengarnya.



Simak Video "Bawakan Karya Glenn Fredly, Gamaliel: Inspirasi Musik dan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/wes)