Dampak Pandemi, Denny Chasmala Jual Gitar dan Motor Kesayangan

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Selasa, 04 Agu 2020 13:34 WIB
Denny Chasmala
Denny Chasmala. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Industri hiburan, termasuk musik menjadi salah satu ranah yang terdampak oleh adanya pandemi COVID-19. Larangan untuk mengadakan keramaian, tampaknya memukul sejumlah perekonomian sejumlah musisi yang tidak lagi dapat tampil dalam konser.

Musisi dan pencipta lagu Denny Chasmala menjadi salah satu yang terdampak oleh adanya pandemi di Indonesia. Meskipun dirinya memiliki banyak karya musik, ketiadaan panggung selama berbulan-bulan tetap memberikan imbas untuknya.

Dalam akun Instagram-nya, dia mengunggah sebuah foto yang menunjukkan bahwa ia telah menjual sejumlah aset yang ia miliki, mulai dari alat musik hingga sepeda motor.

"Lima gitar, empat vespa sudah lewat dua bulan lalu. Tapi saya tetap yakin bisa survive," ungkap dia.

Dihubungi melalui sambungan telepon oleh detikcom pada Selasa (4/8/2020), Denny Chasmala mengkonfirmasi bahwa dirinya memang benar menjual sejumlah benda miliknya untuk menyambung hidup.

"Ya, benar," ungkap dia. Menurutnya, sebelum dirinya sudah ada sejumlah musisi yang lebih dulu menjual benda-benda milik mereka.

[Gambas:Instagram]



"Lebih banyak (musisi yang menjual bendanya lebih dulu). Ada yang (menjual) lebih banyak daripada saya. Kalau saya masih ada yang masih bisa dijual," urai dia.

Pencipta lagu Berharap Tak Berpisah itu membuka kondisi yang dialaminya dan banyak musisi saat ini. Menurutnya, musisi saat ini tidak dapat hanya berharap pada royalti.

Sebab royalti yang mereka miliki tidak turun setiap saat, sedangkan kebutuhan harian tetap ada. Ditambahkan lagi, royalti yang diperoleh musisi saat ini terbilang tidak banyak.

"Kalau saya masih ada (royalti), cuman kan nggak besar kaya dulu. Sekarang orang sudah nggak beli lagu lagi, mereka lebih suka dengerin lagu lewat YouTube. Dan royalti itu tidak turun setiap bulan, musisi itu dapat royalti per enam bulan," jelas Denny Chasmala.

Sebelum pandemi, ketimbang mengharapkan royalti, Denny Chasmala mendapat pendapatan lebih banyak dari panggung dan proyek musik.

"Saya kan (penghasilan) dari project, orang bikin lagu atau aransemen. Yang kasihan kalau musisi yang main regular (musisi yang tampil di kafe atau hotel)," terang dia.

Meski banyak donasi yang diperuntukkan bagi para pekerja kreatif yang mata pencahariannya terdampak kondisi pandemi Corona, namun Denny Chasmala menegaskan bahwa musisi tidak bisa berharap banyak dari bantuan.

Di satu sisi, Denny Chasmala menyadari bahwa penyebaran virus Corona adalah hal berbahaya yang tidak dapat dianggap sepele. Dirinya pun berharap agar pandemi ini segera tertangani sehingga tempat hiburan bisa kembali dibuka.

Menurutnya, pembukaan tempat hiburan setelah virus Corona benar-benar dapat tertangani adalah satu-satunya jalan keluar bagi para musisi.

"Nggak ada, musisi nggak bisa mengharapkan siapa-siapa, jalan keluarnya memang harus dibuka (tempat hiburan dan pertunjukan). Tapi kamu juga paham bahwa sekarang musuhnya nggak terlihat," katanya.

"Sehingga mau nggak mau musisi jual aset. Kebetulan saja saya masih punya barang-barang yang bisa saya jual, cuman kan nggak tahu sampai kapan bisa bertahan," tambah dia.



Simak Video "Musisi Kafe Surabaya Galang Dana Dampak COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)