Pamungkas Cerita soal Album Ketiga yang Digarap di Apartemen Sendiri

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Senin, 03 Agu 2020 12:42 WIB
Pamungkas
Pamungkas. Foto: dok ist
Jakarta -

Belum lama ini, Pamungkas baru saja mengeluarkan album ketiga miliknya yang berjudul Solipsism. Ada 11 lagu yang terdapat dalam album tersebut.

Sama dengan dua album sebelumnya, lagu-lagu dari album tersebut berangkat dari pengalaman personal yang pernah dirasakan atau dilalui olehnya.

"Ya, dari album pertama sampai hari ini memang selalu it's about my life, jadi yes (personal)," ungkap Pamungkas dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Pamungkas bercerita album itu telah mulai ia garap sejak Desember 2019. Dirinya menyewa sebuah apartemen dalam waktu tujuh bulan untuk meramu dan merampungkan albumnya.

Apartemen itu ia gunakan sebagai studio miliknya. Di tengah-tengah penggarapan albumnya, tiba-tiba saja pandemi virus Corona masuk ke Indonesia dan Jakarta memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), sehingga beberapa lagu dari albumnya direkam saat ia melakukan karantina mandiri.

"Sebenernya bukan hasil karantina juga sih karena gue mulainya sudah dari sebelum karantina, tapi ada beberapa lagu, dua atau tiga lagu yang direkamnya sudah mulai (PSBB) dan mixing serta mastering-nya juga pas quarantine. Tapi bukan seluruhnya," ceritanya.

Meski hanya beberapa lagu yang direkam olehnya saat karantina, rupanya kondisi pandemi COVID-19 cukup berpengaruh pada konsep albumnya secara keseluruhan.

Tampilan albumnya didominasi oleh warna hijau, ia mengaku kondisi tersebut berangkat dari situasi di sekitar apartemennya.

Saat hendak melakukan pemotretan untuk albumnya, Jakarta telah memasuki masa PSBB yang menyebabkannya hanya dapat menjalani pemotretan di apartemen. Setelah ia mencari tahu, rupanya warna hijau memiliki makna yang mirip dengan beberapa kisah di lagunya.

"Jadi photoshoot-nya tuh memang karena sudah karantina dan nggak bisa kemana-mana, jadi photoshoot-nya di apartemen itu. Kebetulan apartemennya di sekelilingnya view-nya banyak yang hijau-hijau kayak ada taman, masih banyak pohon, terus tirainya kebetulan hijau," kisah dia.

"Sebenarnya waktu photoshoot ada beberapa baju tapi pas gue cek juga, warna hijau nyambung juga dari segi psikologi warna, nyambung juga sama lagu-lagu yang ada di albumnya," sambung Pamungkas.

Pamungkas menambahkan, "Ya sudah jalanin saja jadinya (pakai warna hijau). Se-apa adanya itu memang di album ketiga."

Walaupun sama-sama mengusung tema kisah pribadi, Pamungkas mencoba membuat pembeda di album ketiganya ini. Dirinya mengatakan, lagu-lagu di Solipsism tidak ditulis dengan formula yang sama dengan apa yang dia lakukan dalam dua album sebelumnya, yakni Walk the Talk (2018) dan Flying Solo (2019).

"Gue merasa lebih variatif di album tiga dibanding satu dan dua. Gue nggak akan pernah melakukan sesuatu yang sama dua kali, just because album satu laku, belum tentu ketika gue melakukan hal yang sama di album satu, album duanya juga laku," tutur dia.



Simak Video "Pihak Rumah Sakit Jelaskan Kondisi Terakhir Ki Gendeng Pamungkas"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/doc)