detikHot

music

Seniman Disabilitas Klaten Telurkan Dua Album Campursari di Tengah Keterbatasan

Kamis, 02 Jul 2020 17:45 WIB Achmad Syauqi - detikHot
Musisi campursari Sarno Narto Hartono Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Sarno Narto Hartono alias Edy Mbedut (54) memang memiliki keterbatasan fisik. Namun di tengah keterbatasan fisik sebagai penyandang tuna netra, seniman campursari warga Dusun Jiwan, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes ini terus berkarya dan menelurkan 2 album.

"Sudah dua album yang saya buat. Yang pertama sekitar tahun 2013-2014 dan album kedua tahun 2016-2017, ini mulai aransemen lagu lagi," ungkap Edy pada detikcom di rumahnya, Kamis (2/7/2020) siang.

Edy mengatakan album pertamanya berjudul prahara berbahasa Indonesia diilhami banyaknya bencana sejak 2006. Sejak 2009 sampai rekaman 2013 jadi satu album.

"Setelah marak gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor sejak 2007 saya mulai menulis lagu dan jadi 1 album. Isinya 10 lagu," sambung Edy.

Album pertama, imbuh Edy , direkam di Solo dan beredar resmi sampai saat ini. Ada yang dinyanyikan sendiri dan ada oleh penyanyi lain.

"Album saya resmi, ada PPN dan izinya lengkap. Album yang kedua saya rekam di Solo juga" lanjut Edy.

Album kedua, tambah Edy, berisi juga 10 lagu berkolaborasi dengan rekanya. Album kedua berbahasa Jawa.

Musisi campursari Sarno Narto HartonoMusisi campursari Sarno Narto Hartono Foto: Achmad Syauqi/detikcom



"Album kedua berbahasa Jawa. Semua saya biayai sendiri dan saya edarkan sendiri serta belum ada royalti," ungkap Edy.

Dua album itu, papar Edy sempat tercetak 2.000 keping dan diedarkan di toko serta melalui beberapa penyanyi lokal. Sampai tahun ini sudah 1.700 keping VCD terjual.

"Saya tidak tahu caranya agar 2 album itu laku sehingga saya belum banyak menikmati hasilnya. Sejak itu, sejak 2017 saya putus asa dan vakum tapi seminggu ini saya nulis lagu lagi," terang Edy.

Edy menuturkan, saat ini satu lagu sudah jadi dan 5 lainnya belum diaransemen. Rencananya akan membuat album lagi karena banyak dorong dari rekan- rekanya.

"Setelah teman-teman kasih semangat insyaallah akan berkarya lagi. Soal rejeki biar Allah yang mengatur yang penting berkarya lagi," pungkas Edy.

Istri Edy, Roin Andriyani mengatakan meskipun memiliki keterbatasan fisik, suaminya mencoba bangkit lagi. Saat ini sudah menciptakan lagu lagi.

"Kalau ada rejeki buat lagu lagi dan bisa rekaman lagi. Ini sudah beberapa lagu masuk Channel YouTube dan tadi malam masukkan 1 lagu sudah di-subscribe 400 akun baru," terang Roin pada detikcom.


(srs/aay)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com