Serba-serbi Rekaman di Masa Pandemi

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 28 Jun 2020 15:46 WIB
LAS VEGAS, NV - SEPTEMBER 29:  Frontman Dan Reynolds of Imagine Dragons performs during a stop of the bands Evolve World Tour at T-Mobile Arena on September 29, 2017 in Las Vegas, Nevada.  (Photo by Ethan Miller/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membawa dampak yang besar bagi banyak pihak, tidak terkecuali industri musik. Konser dan pertunjukan menjadi kegiatan yang terdampak langsung oleh adanya pandemi tersebut. Akan tetapi, rupanya bukan hanya bisnis pertunjukan yang terpengaruh oleh adanya virus Corona di Indonesia. Kegiatan rekaman rupanya juga terdampak oleh pandemi secara tidak langsung.

Di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sejumlah studio rekaman ditutup untuk menghindari penyebaran virus. Sejumlah musisi pun beralih merekam lagunya dari rumah. Salah satu musisi yang mencoba melakukan rekaman dari rumah adalah Armand Maulana.

Dalam proyek musik Lagu dari Rumah, ia merekam versi daur ulang dari lagu Kamu yang sebelumnya dipopulerkan oleh boyband Coboy Junior (CJR). Dirinya mengaku ada banyak pembelajaran yang ia peroleh ketika harus merekam lagu dari rumah. Bahkan ada beberapa teknologi rekaman yang baru ia sadari ketika harus merekam lagu dari rumah.

"Ya padahal gue tahu banget alat sudah lama, tapi justru pas pandemi ini alat membantu. Ada beberapa software di komputer yang akhirnya saya belajar juga," ujar dia pada detikcom, belum lama ini.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ade dari band Govinda. Di masa pandemi, dirinya menggarap lagu Menjaga Dunia yang melibatkan 13 musisi. Sebagai penata musik sekaligus penulis lagu, Ade akhirnya mempelajari teknologi penggarapan lagu dari rumah. Dirinya jadi tahu ada aplikasi yang memang diperuntukan untuk menyunting lagu dari jarak jauh.

"Ada yang (pakai) alat rekam di rumah, ada yang pakai voice recorder, semua memang dari rumah, kirim data, men-direct sedikit dari video call atau WhatsApp, atau telepon. Aku pertama kali ngelakuin mixing begini (online), gara-gara COVID-19 jadi tahu," ucap Ade dalam konferensi pers virtual.

Penyanyi Titi DJ yang terlibat dalam proyek musik yang sama pun mengakui bahwa untuk dapat menyesuaikan diri di industri musik, musisi harus bisa beradaptasi dengan kondisi yang terbatas.

"Ini saya ngerasa punya pengalaman baru lagi, ternyata ada hal baru lagi yang bisa saya pelajari. Saya jadi harus catch up, pelajari lagi. Di sini juga jadi ajang belajar buat saya untuk mengerti teknologi. Ternyata memang saya musti belajar soal teknologi musik," terang Titi DJ.



Simak Video "Resso Bicara Transparansi Royalti Musisi dari Aplikasi Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)