detikHot

music

Brendon Urie Ngamuk Lagunya Dipakai Kampanye Donald Trump

Rabu, 24 Jun 2020 21:19 WIB Asep Syaifullah - detikHot
BILBAO, SPAIN - NOVEMBER 04:  Brendon Urie of Panic! at the Disco wins Best Alternative Award during the MTV EMAs 2018 at Bilbao Exhibition Centre on November 4, 2018 in Bilbao, Spain.  (Photo by Carlos Alvarez/Getty Images for MTV) Brendon Urie. Getty Images for MTV/Carlos Alvarez
Jakarta -

Vokalis Panic! At The Disco, Brendon Urie, kesal dengan ulah para pendukung Donald Trump saat pemilihan. Ia marah karena lagu miliknya tersebut digunakan pada saat kampanye digelar.

Hal tersebut tampak dalam sebuah unggahan netizen kala Donald Trump sedang berkampanye di Phoenix, Arizona dan lagu 'High Hopes' milik Panic! At The Disco pun disetel.

Melihat hal tersebut, Brendon Urie pun langsung meluapkan amarahnya di Twitter. Ia meminta kepada Donald Trump untuk tak lagi memainkan lagu miliknya itu.

"Hai Tim Kampanye Donald Trump, Kalian tak diundang. Berhenti memainkan laguku, tak ada terimakasih, Brendon Urie, Panic! At The Disco & company," cuitnya.



Selain itu Urie juga meminta kepada para fansnya untuk tak lagi memilih Donald Trump.

"Donald Trump tak merepresentasikan apa pun yang kita perjuangkan. Harapan terbesar kita adalah lewat voting ini monster tersebut keluar pada November," tulisnya sambil menyertakan link registrasi pemilih.

Brendon Urie memang terkenal sebagai salah satu musisi yang tak menyukai Presiden Donald Trump. Bahkan dalam wawancaranya bersama NME, Brendon sempat menyebut sang presiden sebagai racun oranye.

Ia pun bingung kenapa Donald Trump tak tetap saja menjadi selebriti dan pengusaha. Menurutnya, Trump sangat disukai saat menjadi selebriti dan kerap membuat orang tertawa namun hal itu berubah saat mereka menyaksikan negaranya dihancurkan oleh Trump.

"Kau racun oranye, tolonglah berhenti. Aku memohon kepadamu untuk hal ini. Aku bahkan tak marah lagi, aku justru sedih. Sangat sedih, jadi tolonglah kembalikan itu. Kau adalah yang terburuk," ungkapnya.

Selain Brendon Urie, ada banyak musisi yang juga mengeluhkan lagunya digunakan saat kampanye Donald Trump, salah satunya adalah Tom Petty. Ia protes usai lagunya bertajuk I Won't Back Down yang dirilis pada 1989 itu digunakan Trump saat kampanye di Tulsa, Oklahoma pada akhir pekan lalu.

Sama seperti Brendon, Tom pun merasa jika lagunya tersebut tak merepresentasikan ide dari Donald Trump dan tak cocok untuk disetel di kampanyenya.




Simak Video "Microsoft Dikabarkan Akan Beli TikTok, Donald Trump Keukeuh Blokir"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com