Slankku Sayang, Slankku Malang
Senin, 26 Des 2005 01:48 WIB
Jakarta - Puluhan ribu Slankers datang ke Panggung Karnaval Ancol untuk turut merayakan ulang tahun band idola mereka. Namun sayang acara yang harusnya berjalan manis itu, ternoda insiden lempar batu dan jebol pagar.Sejumlah slankers tampaknya keberatan dengan tiket masuk seharaga Rp 20 ribu. "Saya sih tadinya mau bayar, tapi karena masa pada demo, pagarnya jebol, jadi bisa nggak bayar," jelas Agus warga Pademangan, Jakarta Utara yang ditemui detikhot di lokasi acara.Sampai di depan panggung, Agus dan 50-ribuan Slankers lainnya berharap dapat langsung bisa bertemu dengan Bimbim, Kaka, Ridho, Abdi dan Ivanka. Tapi harapan tersebut tak langsung terwujud. Penonton harus rela melihat aksi panggung sederet band pendatang baru, yang lagunya masih asing ditelinga.Pukul 20.30 WIB, kerinduan Slankers sudah tak terbendung lagi. Ketika duo MC Edwin-Djodhy, memanggil J-Rocks, bukannya Slank, penggemar setia band asal gang Potlot itu meradang. Batu, botol dan bambu pun bertebangan.Insiden tersebut sempat terhenti, namun saat band pengisi acara API (Akademi Pelawak TPI), Teamlo, naik panggung, lempar-melempar kian parah. Meski Teamlo berusaha menenangkan, korban tetap berjatuhan. Acara pun terpaksa dihentikan.Menurut petugas medis yang ditemui detikhot, jumlah korba luka-luka mencapai 101 orang. Sekitar seperlimanya harus dilarikan ke RS Husada, Jakarta Timur. Tak mau insiden terus berlanjut, personil Slank turun tangan."Ini bukan tempat untuk rusuh, kalau mau ribut, laut tempatnya. Tuh deket, tingal nyebrang," ucap Bimbim dalam Konser Slank 22 tahun, di Pantai Karnaval, Ancol, Minggu (25/12/2005) malam.Gemuruh tepuk tangan pun membahana. Namun penonton yang berada di bagian belakang, masih terus melakukan pelemparan yang melukai rekan-rekannya sendiri.Lalu orang paling disegani di Slank, hadir di atas panggung. Bunda Ifet, manajer Slank yang juga ibunda Bimbim ini langsung berdiri di depan mikrofon. "Kalau mau rusuh, pulang! Beraninya lempar-lemparan ke teman. Kalau berani sini lempar ke Bunda," emosi Bunda Ifet.Seperti diperintah orangtua sendiri, Slankers mulai tenang. Bimbim yang dikenal sebagai motor Slank mengaku sedih."Jujur gue mau nangis tadi. Acara kok jadi begini. Tapi gue lihat lo udah pada tenang, jadi kita lanjutin acaranya," kata Bimbim sendu.Penonton pun mulai dihibur dengan sederet hits yang dibawakan Slank secara kolaborasi dengan musisi-musisi top antara lain, Seuriues, Peterpan, Naif dan Cokelat.Tepat pukul 00.00 WIB, hingar bingar musik terhenti. Penonton dikejutkan dengan dentuman kembang api."Hari ini 26 Desember, umur kita tambah jadi 22," teriak Kaka tanpa ba bi bu.Penonton spontan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Ya, selamat ulang tahun Slank. Semoga di usia yang ke-22 tahun, Slank bisa mengajak para penggemarnya, untuk tumbuh dewasa dalam mencintai musik. Tanpa kekerasan, tanpa darah. (ine/)











































