Pekan Komponis Indonesia Digelar di Solo
Sabtu, 03 Des 2005 16:00 WIB
Solo - Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta dan Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta (TBS) akan menjadi tuan rumah Pekan Komponis Indonesia XI pada 7 hingga 11 Desember mendatang. Sepuluh peserta dipastikan akan tampil dengan dominasi para komponis muda dari berbagai kota.Sepuluh komponis muda yang akan tampil itu terdapat dua orang dari Solo, dua komponis Jakarta, dan masing-masing satu dari Yogyakarta, Jawa Timur, Makassar, Bali, Aceh dan Bandung. Sebagaimana penampil pada Pekan Komponis Indonesia sebelumnya, para komponis itu menampilkan karya kotemporer yang berbeda dengan karya musik populer atau industri."Tujuan awalnya memang untuk memacu dan memberi ruang kreativitas bagi para seniman musik kontemporer yang berbeda dengan musik industri. Dengan demikian meskipun nanti ada penampilan-penampilan variatif namun pendekatannya selalu dalam koridor kontemporer," ujar koordinator pelaksana Pekan Komponis Indonesia XI, Waridi, kepada wartawan di Solo.Dijelaskannya, baru pertamakalinya Pekan Komponis Indonesia diadakan di Kota Solo. Sebelumnya selalu diadakan di Jakarta karena memang penggagas dan penanggungjawab acara adalah Dewan Kesenian Jakarta.Sejak digelar pertama kali pada tahun 1979, baru dua kali acara itu digelar di luar Jakarta yaitu Pekan Komponis Indonesia X di Bandung dan di Solo mendatang.Pembukaan dilakukan di Pendopo TBS dilanjutkan pergelaran pertama di Teater Arena TBS. Selanjutnya semua pergelaran, diskusi hingga penutupan acara akan diadakan di Teater Besar STSI Surakarta.Dipilihnya Solo bukan tanpa pertimbangan. Kata Waridi, Kota Solo dinilai telah tercipta iklim dan masyarakat pendukung kesenian baik tradisi maupun kontemporer yang apresiatif. Selain itu Solo memiliki segudang komponis kontemporer ternama yang telah menjadi ikon dunia musik kontemporer di dalam maupun luar negeri."Semua kebutuhan pentas, termasuk peralatan disediakan STSI kecuali grand piano. Semua penampilan akan direkam secara profesional oleh Van der Poel seorang pakar media dari Belanda dan selanjutnya hasil rekamannya akan diputar di radio-radio Eropa," paparnya.Yang Muda Yang BerdayaPernyataan Waridi tersebut dibenarkan oleh salah seorang kurator penampil, I Wayang Sadra. Sadra mengatakan Solo memiliki jejaring yang kuat dan luas dalam kesenian, termasuk seni musik kontemporer. Selain itu juga bertujuan membumikan musik kontemporer agar tidak hanya berdengung di Jakarta tapi juga diakrabi publik di daerah."Tidak ada kebijakan khusus untuk memilih musisi muda sebagai penampil, tetapi yang jelas kami punya pertimbangan bahwa anak-anak muda tersebut masih memiliki daya juang, kreativitas serta ketahanan yang besar. Tentunya juga tidak sembarang anak muda, tapi kami telah melakukan seleksi ketat serta pengamatan cukup lama tentang proses kreatif dan intensitasnya," ujar Sadra.Seleksi terhadap penampil di Pekan Komponis Indonesia XI tersebut dilakukan oleh empat kurator yaitu Oto Sidharta yang juga bertindak selaku ketua penyelenggara, Toni Prabowo, Ben Pasaribu dan I Wayan Sadra. Akan bertindak selaku pengamat adalah Slamet Abdul Syukur (Surabaya), Tanto Mendut (Magelang), Asmoro (Yogyakarta) dan I Wayan Sadra (Solo). (mbr/)











































