Serikat Musik

Agar Serikat Musik Tidak Lagi Gagal

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 08 Des 2019 19:19 WIB
Foto: Ilustrasi Musik Elektronik (Getty Images)
Jakarta - Menurut pengakuan Candra Darusman, wacana pembentukan serikat musik bukan lagi hal baru. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk membentuk organisasi yang kelak akan menjadi wadah bagi para musisi tersebut.

Sayangnya, rencana itu gagal di tengah jalan. Berkaca dari pengalaman terdahulu, menurut Candra, serikat pada akhirnya tidak bisa hanya berfokus pada motif ekonomi saja, misalnya kesejahteraan. Namun juga harus mengembangkan bidang lain.



"Tugasnya serikat adalah bernegosiasi untuk menggunakannya dan mengorganisir anggota supaya membuat kategori masing-masing," jelas Candra.

Terlebih lagi, baginya, sebuah serikat haruslah transparan kepada para anggotanya. "Resep untuk gagal kembali adalah tidak transparan," katanya.



Direktur dari Amity Asia Agency, Nadia Yustina, juga mengungkapkan hal yang sama. Selain membutuhkan transparansi, serikat musisi juga tidak bisa tunggal.

"Benar yang dibutuhkan adalah transparan. Serikat musisi itu nggak hanya satu, nggak mutlak dan bisa tidak hanya satu," jelas Nadia.



Nadia juga mendukung bahwa peran serikat musisi tidak berhenti di motif ekonomi, namun juga aspek pendidikan. Apabila fungsi edukasi di dalam serikat sudah berjalan dengan baik, maka musisi akan sejahtera dengan sendirinya.

Salah satu contohnya adalah bagaimana mengembangkan kesadaran untuk para musisi agar membayar pajak. "Dengan mereka bayar pajak, akhirnya mereka bisa ambil BPJS, KPR, kartu kredit," ungkap Nadia.

Simak Video "Resso Bicara Transparansi Royalti Musisi dari Aplikasi Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/wes)