Pensi Tak Pernah Mati

Bagaimana Pentas Seni Bertahan Hingga Kini?

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Jumat, 30 Agu 2019 19:04 WIB
Halaman ke 2 dari 2
2.

Pensi Menurut Ale 'The Adams'

Bagaimana Pentas Seni Bertahan Hingga Kini?
Ilustrasi Penonton Konser Foto: Hanif Hawari

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh personel The Adams dan White Shoes and the Couples Company, Saleh Husein.

Ia mengatakan, bila diurai dengan sejarah yang panjang, pentas seni berjasa membuat seni menjadi 'membumi'.

"Kalau dulu kan, pensi itu kemepemilikannya lebih eksklusif, yang tampil tuh tari saman, bukan pop culture. Nah ketika munculnya era pensi, tiba-tiba semua band main, semua genre yang berbeda, dari yang new wave, indie rock, power pop," terang Ale.

Berkaca dari banyaknya festival musik yang kini digandrungi remaja, menurut Ale, sudah saatnya pentas seni berubah wajah.


Bila dulu pensi sekolah hanya menampilkan musik, menurutnya, alangkah baiknya bila pensi di masa sekarang dapat pula menampilkan kesenian dalam bentuk yang lain.

"Kalau ingin mengulang masa itu lagi (masa kejayaan pensi), nggak ada masalah. Tapi sudah harus hybrid ya sekarang. Kalau dulu kan acaranya hanya musik saja," ungkapnya.

Sejumlah pentas seni yang berhasil dinilai Ale juga sekaligus dapat mengangkat citra sekolah. "Pensi biasanya ngasih lihat image sekolahnya, akhirnya nggak jarang guru dan sekolah juga terlibat," ucapnya.

(srs/dar)