detikHot

music

Sudahkah Konsermu Ramah Lingkungan?

Jumat, 23 Agu 2019 14:50 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Festival dan konser musik menjadi pilihan hiburan menyenangkan. Selain bisa menyaksikan aksi panggung idola secara langsung, bernyanyi bersama penonton lainnya menjadi pengalaman yang asyik.

Namun tahu kah kalian, konser dan festival musik juga memiliki konsekuensi yang besar terhadap lingkungan dalam tiap penyelenggaraannya.

Pertama adalah masalah sampah. Masih lekat dalam ingatan ketika salah satu festival musik yang berlangsung di hutan kawasan Cikole, Lembang, pada awal tahun ini dikritik habis-habisan.

Bukan hanya perihal akses, namun juga soal pengelolaan sampah di lokasi acara. Tempat sampah yang jarang ditemui membuat tempat itu menjadi kotor usai festival itu diadakan.



Menurut Festival Director Synchronize Festival, David Karto, dalam penyelenggaraannya di tiga tahun pertama, Synchronize Festival mengahasilkan rata-rata 1,7 hingga 2 ton sampah setiap tahunnya. Angka tersebut, dikatakan David Karto, dari data yang dikeluarkan oleh Greeners.co.

Sampah yang dihasilkan dari konser atau festival musik biasanya antara lain merupakan sisa makanan, bungkus makanan dan minuman, dan lain-lain.

Selain sampah, masalah sumber energi agar konser itu berjalan juga menjadi soal. Sumber energi yang digunakan untuk panggung-panggung musik biasanya belum menggunakan energi terbarukan.

Oleh karena itu, dalam laporan kali ini, detikHOT hendak membahas mengenai persoalan lingkungan dalam konser musik tersebut. Nantikan artikelnya di detikHOT hari ini.





Simak Video "Judika Buka Konser ''Musik Spesial: Cerita Tentang Cinta'' Trans7"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com