detikHot

music

Drummer Cilik Asal Bengkulu Pecahkan Rekor MURI Main Drum 10 Jam

Senin, 31 Des 2018 09:48 WIB Hery Supandi - detikHot
Aisya Soraya Zahira  Foto: Hery Supandi Aisya Soraya Zahira Foto: Hery Supandi
Bengkulu - Drummer cilik Aisya Soraya Zahira (10) asal Bengkulu berhasil pecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan bermain drum nonstop terlama. Putri bungsu dari pasangan Ahmad Irfansyah dan Titin Mulyani itu bermain drum selama 10 jam.

Rekor selama ini yang tercatat untuk kategori anak laki-laki, yakni bermain drum selama 3 jam, dan kategori perempuan dewasa 24 tahun. Jadi Aisyah yang pertama di dunia dengan waktu 10.06.15 detik.

Acara digelar mulai pukul 08.00 WIB hingga malam. Aisya memainkan 130 lagu tanpa henti, siswa kelas 5 SD tersebut diketahui sudah bermain drum selama kurang lebih 1,5 tahun. Dengan dukungan penuh dari kedua orangtuanya, kemampuan Aisya berkembang sangat pesat.




Pemecahan rekor MURI ini disaksikan tim dari MURI serta Ketua Indonesia Drummer dan Perkusionis (IDP), Eki Soekarno.

Menurut aisya, dia menyukai banyak alat musik tapi bermain drum memiliki keunikan tersendiri. Selain harus memiliki power yang tinggi, bermain drum lebih menyatu dengan lirik lagu yang dibawakan, Aisya pun mengaku pemecahan rekor ini bisa membuat nama Bengkulu tercatat di MURI.

"Bisa memainkan semua alat musik tapi saya lebih menyukai bermain drum dan mendapat dukungan penuh dari orang tua, persiapan hanya latihan biasa dan jaga kesehatan fisik," ungkap Aisya.

Layaknya pemain drummer dewasa, sesekali Aisya juga ikut bernyanyi sambil menambuh drum. Bahkan Aisya juga mampu membawakan berbagai jenis lagu, termasuk rock, reggea, dan dangdut.

Pemecahan rekor MURI ini juga disaksikan langsung Gubernur Bengkulu, yang ikut memberikan dukungan penuh pada Aisya.




Pihak rekor MURI langsung memberikan piagam rekor MURI kepada Aisya Soraya Zahira karena telah memecahkan rekor MURI bermain drum nonstop selama 10 jam lebih. Pihak MURI memberikan apresiasi besar pada Aisya karena yang dilakukannya dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lain di Indonesia.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan wakil walikota memberikan hadiah khusus bagi Aisya karena telah membawa harum nama Bengkulu.

Sebelumnya dia pernah mengikuti sejumlah kompetisi, di antaranya adalah IDP (Indonesian Drummer Percussion) Festival 2018, Solo Drum Show di Bencoolen Mall, dan berkarya seperti mengisi instrumen drum di album Rasha dengan lagu 'Terluka'.
(dar/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com