Candil Seurieus: Biar Lagu Kami Bicara
Sabtu, 13 Agu 2005 18:08 WIB
Semarang - Ditanya soal tema dan ciri dari lagu-lagu milik grup band Seurieus, sang vokalis, Candil hanya bisa bilang "Biar lagu kami bicara". Menurutnya lagu adalah bahasa yang lebih dasyat dari kata-kata biasa.Setiap musisi pasti memiliki musik masing-masing yang menjadi trade mark tersendiri. Begitu juga Ezy (keyboard), Hayam (drum), Mulek (bass), Deenar (gitar), Koko (gitar) dan Candil (vokal) yang tergabung dalam Seurieus. Lengkingan suara vokalis yang khas, musik yang kencang dan lirik yang jenaka tapi serius memberi nilai tersendiri bagi mereka.Ketika ditanya bagaimana Seurieus menyesuaikan musiknya dengan grup band lain yang berbeda aliran, Candil angkat bicara. Candil merasa optimis musiknya bisa bergabungan dengan band lain yang tak sealiran dengan Seurieus."Aliran itu identiknya tiap-tiap band. Tapi yang jelas kita semua punya semangat yang sama setiap tampil dalam satu acara. Dari sebuah tema acara yang dijalankan oleh banyak pendukung, maka akan hadir sebuah tema global yang akan kita jalankan. Misalnya lagu 'Rocker Juga Manusia' milik kami. Yang penting spirit nya sama," ungkap Candil ketika ditemui detikhot di Hotel Ciputra Semarang, Sabtu (13/8/2005).Menurutnya jika musik yang bicara, maka bahasa manapun akan kalah. Lewat musik, segala sesuatu yang tak mungkin bisa jadi mungkin. Hal yang lebih penting lagi adalah semangat yang membawakan dan mendengarkannya. Agar pesan yang tersimpan dalam lagu itu tersampaikan dengan baik.Hal serupa juga dikatakan oleh Adit, keyboardist band asal Yogyakarta, Jikustik. Adit sangat tidak keberatan saat Jikustik dan Seurieus harus berada di pentas yang sama dan mengusung tema yang sama. Walau Seurieus bermusikkan rock sedangkan Jikustik sebaliknya, tapi musik bisa dijadikan kesatuan yang mendukung semangat kebangsaan. (yla/)











































