Jangan Tutup Mata, Hip Hop Kini Makin Meraja

Nugraha - detikHot
Kamis, 21 Des 2017 12:53 WIB
Foto: Christopher Polk/Getty Images
Jakarta - Dulu hip hop hanya dikenal sebagai musik para penentang yang menutup mata mereka. Musisi hip hop juga menyumpel kuping mereka lalu menolak mengakui banyak hal.

Tapi kini, tak ada lagi yang bilang bahwa hip hop itu hanya iseng-iseng saja. Gerakan itu tak bakal hilang, mulai dari sekitar setengah abad lalu. Mereka kini begitu diperhatikan.

Nielsen telah mengukur konsumsi musik termasuk hip hop. Mereka menyebut bahwa aliran musik 'celoteh' itu mengambil alih kedigdayaan musik rock sebagai genre dominan di Amerika Serikat.

R n' B dan hip hop sekarang dikonsumsi sekitar 25,1 persen di seluruh negara itu. Sementara musik rock lebih kecil dengan nilai 23 persen. Salah satu yang membuat mereka makin terangkat karena munculnya layanan streaming.
Jay-ZJay-Z Foto: Theo Wargo

"Anda tak benar-benar harus memiliki sesuatu lagi. Karena dengan harga 10 USD, Anda bisa melakukan itu, Anda bisa memiliki segalanya," kata David Bakula, Senior Vice President Analytics & Client Development - The Nielsen Company, seperti dilansir Forbes.

Berbeda dengan rock yang disebutnya masih bergerak begitu dominan pada penjualan fisik. Dari situ terlihat jelas, adanya perbedaan rasa dari penggemar rock dan hip hop.

2017 juga menjadi tahun yang bagus untuk Jay-Z dan Dr. Dre. Keduanya tak cuma jadi rapper terkaya, tapi mereka juga ada di antara sepuluh selebriti terkaya di Amerika. Diddy meraup pendapatan senilai 130 juta USD, sementara Jay-Z kembali jadi pusat perhatian sebagai budayawan dan aktivis sosial dengan merilis album '4:44'.

Ada banyak juga wajah segar di dunia hip hop yang berusia masih di bawah 30 tahun. Drake, Kendrick Lamar dan Chance the Rapper masing-masing menempatkan diri di tempat teratas. Masing-masing telah menghasilkan 94 juta USD, hingga 32 juta USD.

Terlebih sosok Kendrick Lamar yang tahun ini dicatat sebagai musisi peraih tujuh nominasi Grammy, di bawah Jay-Z dengan delapan nominasi.

"Ini benar-benar soal kegagalan, tapi saya tak takut akan hal itu. Begitu Anda mengatasinya dan menghalangi gagasan itu, dan Anda tahu tidak apa-apa untuk benar-benar membuat kesalahan atau gagal dalam sesuatu, Anda bangkit kembali dan mencobanya lagi," tukas Lamar.



(nu2/nu2)