Idris Sardi Kembali ke Sekolah
Kamis, 02 Jun 2005 13:04 WIB
Jakarta - Violis kenamaan Indonesia Idris Sardi punya niat mulia. Ia ingin menurunkan ilmunya kepada generasi muda. Caranya unik. Ia akan datang ke panti asuhan dan sekolah-sekolah yang berisikan murid tidak mampu dari segi ekonomi. "Saya akan mendahulukan anak-anak yang tidak mampu. Terutama lagi anak yatim piatu. Saya sadar tak lama lagi akan dijemput. Usia saya sebentar lagi 67 tahun. Sudah saatnya untuk mewariskan ilmu demi kemajuan musik Indonesia," tutur Idris pada detikhot beberapa waktu yang lalu. Kenapa baru sekarang, Idris mengatakan sekarang memang waktu yang paling tepat. Tahun-tahun sebelumnya, pria kelahiran 7 Juni 1938 itu mengaku belum cukup ilmu. "Bagaimana saya mau mengajarkan kalau saya sendiri merasa belum cukup menimba ilmu. Makanya saya sering berkeliling daerah dan juga beberapa negara di dunia. Untuk mengetahui seluk beluk musik lebih dalam. Dan sekarang, saya merasa siap untuk berbagi," ujar musisi yang baru berkolaborasi dengan grup musik Padi itu. Dalam menjalani misinya, Idris mengaku tak akan menggandeng pihak lain. Alasannya, takut terbebani. Ketika ditanya mengapa ia tak membuka sekolah musik, Idris bilang hal itu bisa menyulitkan anak-anak kurang mampu yang ingin dijangkaunya. Idris pun memberi contoh. "Jika saya buka di suatu lokasi, belum tentu anak-anak itu bisa sampai ke sana. Ada yang merasa jauh, ada yang nggak mampu bayar transport. Jadi biarlah saya yang mendatangi mereka."Meski dikenal sebagai violis, Idris tak hanya akan mengajarkan teknik bermain biola. Ilmu memainkan instrumen musik lain seperti gitar dan piano juga akan dibagi. Bagi yang ingin berlatih vokal, Idris juga akan mengajarkannya. Tak hanya itu, Idris juga akan berbagi tips bagaimana cara menjadikan musik sebagai sandaran hidup (ine/)











































