DetikHot

music

Jalan Panjang JKT48 hingga Kehilangan Personel 'Penting'

Kamis, 09 Nov 2017 11:56 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Jalan Panjang JKT48 hingga Kehilangan Personel Penting JKT48 Foto: Rina Atriana
Jakarta - Sekelompok gadis-gadis muda bernyanyi dan menari dihadapan para penggemarnya yang antusias ikut bernyanyi dan berteriak kompak di beberapa bagian. Para penggemarnya tersebut juga rela mengeluarkan sejumlah uang untuk sekadar berjabat tangan dengan idolanya tersebut.

Pemandangan itu lazim terlihat di JKT48 Theater yang terletak di F(x) Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan.

Sehabis tampil, JKT48 seringkali 'menyenangkan' penggemarnya dengan sesi jabat tangan. JKT48 menawarkan relasi yang lebih intim dari sekadar musisi idola dan artisnya, mereka tidak hanya menjual musik dan tarian, namun juga energi dan kepribadian para personelnya.


Citra ceria dan optimis tergambar dari lirik-lirik lagu dan gerakan tarian JKT48. Belum lagi persona para personelnya di internet yang seakan memiliki ciri khasnya masing-masing.

Barangkali itu yang membuat para Wota semakin tergila-gila dengan personel JKT48 yang menjadi Oshi-nya (personel yang menjadi idola utama). Yang dijual adalah 'harapan' untuk bisa selalu merasa dekat dengan pujaan hati yang sebenarnya tidak tergapai.

Sebenarnya JKT48 memiliki jalan panjang. Hadir sebagai cabang dari AKB48, JKT48 terbentuk di tahun 2011.

Pada 2 November 2011 generasi pertama JKT48 diumumkan, menyusul pengumuman resmi di situsnya satu hari setelahnya, yakni pada 3 November 2011.

Baca Juga: Nggak Boleh Sembarang Cover Lagu Orang

Selama 6 tahun ini, JKT48 telah memiliki 3 album, yaitu 'Heavy Rotation' (2013), 'Kamikyoutachi (Mahagita)' (2016), dan 'JKT48 Festival Greatest Hits' (2017). Hits Record adalah label yang menaungi mereka.

Para member JKT48 pun terbagi menjadi beberapa tim. Tim tersebut terdiri dari Team J, Team KIII, Team T, Team dan Trainee.

Jalan panjang JKT48 nyatanya tidak selamanya mulus. Meninggalnya sang manager Jiro Inao pada 21 Maret 2017 lalu menjadi catatan kelam tersendiri.
(srs/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed