Digelar di Everest, Pesta Musik Tertinggi di Dunia Tuai Kontroversi

Digelar di Everest, Pesta Musik Tertinggi di Dunia Tuai Kontroversi

Dicky Ardian - detikHot
Selasa, 11 Apr 2017 11:40 WIB
Digelar di Everest, Pesta Musik Tertinggi di Dunia Tuai Kontroversi
Foto: Paul Oakenfold's SoundTrek/AFP/Anton NELSON
Jakarta - Meski dinilai sebagai pelopor, menggelar pesta musik tertinggi di dunia yang berlokasi di Gunung Everest ternyata tidak disambut baik oleh semua pihak. Ada apa?

Dari AFP, sekelompok orang melancarkan protesnya. DJ Paul Oakenfold sebagai musisi yang menggagas acara tersebut dinilai bisa mengganggu kedamaian di Himalaya.

Sementara Paul mengaku dirinya malah ingin menyampaikan beberapa pesan dalam aksinya tersebut. Ia ingin berkampanye mengenai bahaya pemanasan global yang belakangan juga disuarakan banyak orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Digelar di Everest, Pesta Musik Tertinggi di Dunia Tuai KontroversiFoto: Dok. Instagram/pauloakenfold
Selain itu, pedapatannya nanti akan disumbangkan kepada para korban bencana alam gempa bumi yang menimpa Nepal pada 2015 lalu. Diketahui tragedi tersebut telah merenggut hampir 9 ribu nyawa.

"Saya ingin membantu membangun kembali (lingkungan mereka) dan menyalakan kesadaran masyarakat tentang lingkungan. Saya ingin melakukan bagian saya," katanya.

Diberikatan sebelumnya, Paul akan menggelar pesta musik tertinggi di dunia pada hari ini, Selasa (11/4/2017). Ia bakal meletakkan DJ controllernya di Pos Pendakian pada ketinggian 5.380 meter di atas permukaan laut, seperti yang diberitakan AFP. (dar/ken)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads