Napalm Death Cari Jimat Muslim
Jumat, 15 Apr 2005 19:06 WIB
Jakarta - Menjelang konser di Jakarta, Napalm Death tak hanya minta panitia mempersiapkan atribut konser. Band yang kerap dijuluki Godfather of Grindcore itu juga minta dicarikan jimat muslim. Hal tersebut diungkapkan Promotor Achmad Ichsan, atau kerap disapa Ucok, dari MiPro Production. Menurut Ucok, adalah Mitch Harris (gitaris) yang ngotot minta dicarikan jimat muslim. "Gue juga nggak tahu jimat muslim itu seperti apa. Katanya di Inggris dia pernah mau beli. Tapi harganya mahal banget dan agak susah belinya. Makanya dia mau coba cari di sini. Dia mau cari di tempat yang jual patung dan pernak-pernik Indonesia. Mungkin bakal gue ajak ke Taman Mini," ujar Ucok saat ditemui detikhot usai jumpa pers dengan Napalm Death di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta, Jumat (15/4/2005).Ucok berencana mengajak empat personel Napalm Death, Mark Barney (vocalist), Mitch Harris (guitarist), Shane Embury (bassist) dan Danny Herrara (drummer) ke Taman Mini pada hari Minggu (17/4/2005). Konsernya sendiri akan digelar Sabtu (16/4/2005) di Pantai Festival Ancol, Jakarta, mulai pukul 19.00 WIB. Konser akan dibuka dengan penampilan band grindcore lokal, Tengkorak. Tengkorak yang digawangi Ombat akan tampil selama setengah jam. Setelah itu, Napalm Death akan mengguncang Ancol selama kurang lebih dua jam. Sebanyak 25 lagu telah mereka siapkan. Menurut Mick Harris pada para wartawan, lagu-lagu yang dibawakan akan bervariasi. Ada lagu yang diambil dari album pertama mereka, ada juga dari album terbaru mereka, 'Code is Red...Long Live the Code'. Apakah akan ada kolaborasi antara Napalm Death dan Tengkorak? Menurut Ombat, ia dan rekan-rekannya sangat berharap itu terjadi. Namun ia belum bisa memastikan apakah bisa direalisasikan. Yang jelas, sepanjang perjalanan dari bandara Soekarno-Hatta menuju hotel Mercure Ancol, Napalm Death telah mendengarkan CD Tengkorak. Dan kepada para wartawan Napalm Death mengaku sangat senang bisa satu panggung dengan band yang tergolong papan atas untuk aliran grindcore. Dengan sound berkekuatan 75.000 watt dan lighting 100.000 watt, MiPro Production berharap Napalm Death plus Tengkorak bisa memuaskan penonton yang diprediksi berjumlah 7000 orang. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebanyak 450 personel keamanan akan disiagakan. 150 diantaranya berasal dari kepolisian. Sampai Jumat (15/4/2005) sore, tiket yang telah terjual berjumlah 3000 lembar. Tiket akan terus dijual sampai sesaat sebelum pertunjukan dimulai. "Kalau yang belum sempat beli tiket, beli aja di tempat pertunjukan. Harganya Rp 75 ribu," tutur Ucok. Napalm Death akan meninggalkan Indonesia pada Senin (18/4/2005). Mereka akan melanjutkan rangkaian tur mereka ke beberapa negara di Eropa. (ine/)











































