Bukan yang pertama, juga yang terakhir, pencarian dana bagi musisi yang hendak tampil di luar negeri masih terjadi. Entah kenapa, negara belum juga menunjukkan itikad baiknya membantu industri kreatif.
Terbaru adalah musisi muda bernama Tesla Manaf. Seorang pemain gitar eksperimental asli Indonesia, yang sedang menggalang dana untuk tur konsernya di negeri sakura, Jepang 10 Maret mendatang.
Pada Rabu (24/2) kemarin, acara musik demi penggalangan dana itu digelar di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Turut meramaikan Ginda Bestari, Danilla, Dewa Budjana, Tohpati dan juga Monita Tahalea tampil memberi dukungan. Sekitar 300 keping CD dari album terbarunya yang memang tidak dirilis di Indonesia, 'A Man's Relationship with His Fragile Area' tersedia untuk dijual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ajakannya itu akhir Januari kemarin. Dia message gue ke Facebook jam 07.00 WIB. Ya udah, nggak pikir panjang langsung iya. Dibuatin kotanya di Tokyo, Kyoto, Nagoya dan Osaka. Berangkat dari 10 Maret sampai 20 Maret," sambung Tesla.
Jadwal lengkapnya yaitu, Seagate, Tokyo, Substore, Tokyo, Electric Jinja, Tokyo dan Half Tone, Tokyo. Kemudian Room 335 Kyot dan GC Live Nagoya. Terakhir ditutup di JK Cafe Osaka.
![]() |
Namun sekarang, fokus Tesla masih terpecah-belah. Boro-boro memikirkan konsep penampilannya secara matang, Tesla masih harus berusaha mengumpulkan dana total Rp 60 juta.
"Sekarang tinggal gimana caranya gue dapat duit, biar bisa berangkat full band, empat player dan dua orang dokumentasi. Soalnya kalau nggak dapat dana penuh, berarti cuma bisa berangkat berdua. Gue sama pemain klarinet, namanya Hul Hul. Pemain yang lain itu sudah ikut gue lama banget. Dari awal dulu, jatuh-bangun sampai sekarang. Jadi, kalau gue nggak bisa memberangkatkan kita semua, gue ada rasa gagal," jelasnya.
"Sekarang dari crowdfunding sudah ada Rp 35 juta. Kurang Rp 25 juta lagi. Dapat dari jualan CD, terus donasi juga dari Rp 20 ribu sampai Rp 6 juta," tutup Tesla Manaf. Bagi yang ingin membantu, bisa langsung menyumbangkan donasi melalui situs kitabisa.com dengan judul 'Tesla Manaf Japan Tour'.
Tesla Manaf aktif bermusik sejak usia 9 tahun. Sejak saat itu, keputusannya untuk hidup dari musik dipegang teguh, walaupun harus merelakan restu keluarganya. Pada 2010, Tesla merilis debut albumnya diberi nama 'Grace and Tesla', sampai album ke-4 pada 2011 dengan nama 'It's All Yours'.
Bersamaan dengan dirilisnya album ke-5 bersama Moonjune Records, lulusan Bisnis, Universitas Padjajaran, Bandung itu sekaligus menandatangi kontrak sebanyak dua album. Dirinya juga tercatat sebagai musisi Indonesia ke-3, setelah Dewa Budjana dan Tohpati yang dipinang salah satu perusahaan rekaman terbaik dunia itu.
"Gue nggak tahu musik saya seperti apa, terserah mereka menyebutnya apa. Tapi, yang gue bisa adalah musik yang aneh ini. Gue hidup dari musik yang aneh ini, gue beli gitar idaman gue dari musik yang aneh ini," pungkasnya seraya tersenyum.












































