Gombloh-Harry Roesli Terima Penghargaan Musik Indonesia
Selasa, 08 Mar 2005 17:30 WIB
Jakarta - Gombloh dan Harry Roesli memang telah tiada. Namun pengabdiannya terhadap musik Indonesia tak pernah mati. Dua musisi ini meraih penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia.Pada peringatan hari musik Indonesia yang menginjak tahun ketiga, kedua musisi ini dianggap telah mengabdikan hidupnya dan memberi sumbangsih kepada perkembangan musik Indonesia."Sejauh ini kami belum melihat ada upaya pemberian penghargaan sebagai bentuk aspirasi seni. Makanya kami ingin setiap tahunnya ada penghargaan musik untuk mereka yang mengabdikan hidupnya untuk musik Indonesia," terang Iga Mawarni saat jumpa pers di sebuah kafe dibilangan Wijaya, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2005).Pemberian penghargaan ini memang masih baru, seiring ditetapkannya 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Musisi yang pernah menerima penghargaan ini antara lain Ibu Soed dan Said Effendi. Untuk tahun ini, ada sepuluh seniman musik yang akan mendapatkan penghargaan. Kebanyakan dari mereka merupakan musisi yang bersifat tradisional, antara lain A. Malik melayu A. Malik BZ dan penemu alat musik Sasando Pupuk Norode dari NTT dan almarhum Harry Roesli.Untuk penghargaan utama Nugraha Bhakti Musik Indonesia diserahkan kepada Gombloh. Selain karena Gombloh merupakan pahlawan seniman jalanan, almarhum juga memberi sumbangsih yang cukup besar untuk bangsa Indonesia. "Lagu Gebyar-gebyar yang diciptakannya menjadi lagu wajib setelah Indonesia Raya. Dalam setiap acara yang menghembuskan nafas kebangsaan, lagu tersebut selalu dikumandangkan," tambah Iga Mawarni. (ana/)











































