Masa Sulit Adik Keisya Levronka Hilang Semangat Hidup Usai Jatuh dari Lantai 6

Masa Sulit Adik Keisya Levronka Hilang Semangat Hidup Usai Jatuh dari Lantai 6

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 15 Jul 2026 20:02 WIB
Keluarga Keisya Levronka hadiri sidang perdata di Pengadilan Jakarta Barat, Rabu (1/7/2026).
Lexi, adik Keisya Levronka sempat kehilangan semangat hidup usai jatuh dari lantai 6 kampus. Foto: Febryantino/detikcom
Jakarta -

Lexi Valleno Havlenda, adik penyanyi dan aktris Keisya Levronka, mengaku sempat mengalami masa-masa terberat usai terjatuh dari lantai 6 Universitas Tarumanagara (Untar). Tak hanya mengalami cedera fisik, Lexi juga harus berjuang menghadapi tekanan mental selama menjalani pemulihan.

Ibunda Lexi, Levi, mengatakan kondisi sang anak sempat sangat terpuruk hingga pernah mengutarakan keinginan untuk mengakhiri hidup. Menurutnya, keterbatasan fisik yang dialami Lexi membuat kondisi psikologisnya ikut terguncang.

"Ya panjang sih Mbak ya kalau mau diceritain itu panjang banget. Jadi selain dari fisiknya, juga mentalnya juga. Jadi sempatlah dia ngomong, 'Ah mending aku mati saja daripada aku kayak gini', apa segala macam. Ya kita yang ini (menguatkan) gitu," ujar Levi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Levi mengungkapkan, keluarga berusaha memberikan dukungan penuh kepada Lexi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan, seluruh anggota keluarga sepakat untuk tidak menunjukkan kesedihan di depan Lexi agar mentalnya tidak semakin terpuruk.

ADVERTISEMENT

"Jadi kita itu sampai sepakat keluarga, tante, kakaknya, apa semua itu kalau di depan adik jangan nangis ya. Jadi kita kalau di depan dia nih waktu masih di rumah sakit, kita jangan nangis gitu, karena kita nggak mau kan dia kebawa gitu. Jadi ya panjang sih sebenarnya, dan 2 tahun ya..." tuturnya.

Levi menjelaskan proses pemulihan putranya berlangsung cukup panjang. Selama kurang lebih sembilan bulan hingga hampir satu tahun, Lexi masih harus menggunakan kursi roda dan kateter untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

"9 bulan ya, kurang lebih setahun gitu baru bisa ini. Sebelumnya ke mana-mana pakai kursi roda, pakai kateter, masih kayak gitu-gitu. Itu ya nggak gampang sih, mental terutama. Kalau fisiknya sih ya berat juga, cuma kita masih alhamdulillah dengan kondisi yang jatuh dari lantai segitu tingginya Lexi sudah bisa beraktivitas. Walaupun masih ada banyak keterbatasan, tapi kita alhamdulillah. Jadi ya mental sih yang kemarin kita utamain," katanya.

Meski telah melewati masa-masa sulit, Lexi mengaku belum pernah berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk menangani trauma yang dialaminya.

"Belum sih," jawab Lexi singkat saat ditanya mengenai hal tersebut.

Saat ini, keluarga berharap proses hukum terkait insiden yang dialami Lexi dapat segera selesai. Levi mengatakan pihaknya tidak ingin perkara tersebut terus berlarut-larut dan berharap persidangan bisa menghadirkan penyelesaian yang adil.

"Mudah-mudahan, doain aja ya. Sebenarnya kita juga enggak kepengin sampai berlarut-larut sampai dengan proses hukum yang benar-benar sidang gugatan ya. Sebenarnya tujuannya ini kan hanya mencari penengah nih," pungkas Levi.



(fbr/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads