Ditemui di sela-sela syuting video klip single duetnya bersama Raisa 'Percayalah' beberapa waktu lalu, Afgan mengemukakan pendapatnya. Bahwa satu-satunya yang berperan penting dalam kariernya adalah kemampuan untuk menulis lagu dan bernyanyi, bukan narkoba.
"Narkoba nggak ada pengaruh apa-apa sih buat gue dalam bermusik. Karena menurut gue yang paling berharga itu kemampuan untuk nulis lagu dan nyanyi. Banyak yang mengira bisa kreatif dengan drugs, tapi gue nggak merasa demikian," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih menggunakan narkoba, Afgan punya cara tersendiri untuk mencari inspirasi begi karyanya. "Biasanya gue selalu berdua, satu yang main instrumen musik dan harus di studio. Jamming-jamming gitu, nanti akhirnya keluar sendiri. Gue nggak bisa kalau cuma di kamar gitu," pungkasnya.
Senada dengan Afgan, penyanyi senior Titi DJ juga mengangga musisi yang menggunakan narkoba tidak punya keberanian.
"Pakai drugs 'cemen' bangetlah. Saya lihatnya itu nggak pede, masa nggak ada drugs, nggak ada inspirasi," ujar Titi DJ saat ditemui di tempat terpisah.
"Saya tahu banyak teman-teman saya yang seperti itu, saya juga sering tanya ke mereka apa memang ada pengaruhnya. Tapi yang saya tangkap, sepertinya kalau lagi on high lagu jadi bagus banget, lirik jadi keren banget. Tapi pas sadar nggak segitunya," cerita pelantun 'Sang Dewi' itu lagi.
Itu kenapa, sepanjang kurang lebih 32 tahun karier bermusiknya, Titi DJ berusaha untuk tidak ikut terpengaruh ke dalam lembah hitam tersebut. "Di karier saya, tidak pernah begitu (menggunakan narkoba). Karena saya nggak dapat nyawanya," tutupnya. (mif/mmu)











































