Sangat jauh berbeda dari album pertamanya, 'Love & Kiss' menjadi hasil eksplorasi Citra dalam bermusik. Beragam genre dengan konsep yang dewasa tertuang lugas di album ini.
"Sebenarnya di album kedua ini dari segi lagu dan cover banyak perubahan. Lebih dewasa, lebih matang lebih kaya juga lagu-lagunya. Cara menyanyi juga punya range vokal yang berbeda," buka Citra dalam jumpa pers di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (13/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya 'Love & Kiss' pertama karena semua lagunya tentang cinta. Cinta yang lebih luas sebagai rangkaian dalam kehidupan manusia," jelas Citra.
"Kata 'Kiss' untuk mewakili kalau album ini juga seksi, cantik, ada centilnya juga. Penyampaiannya bukan secara gamblang tapi lebih sarkastik," sambungnya.
Mengenai genre, penyanyi 22 tahun itu menggabungkan bermacam-macam unsur. Mulai dari jazz, pop, R&B sampai tren musik masa kini, EDM. Itu kenapa, hadir sejumlah musisi yang berkolaborasi di depan maupun belakang layar, seperti Nutyas Surya Gumilang, Piyu, Tuffa Band dan juga Bembi Noor.
"Dengan banyaknya referensi di album ini memang menjadikan tantangan buat Citra sendiri. Bagaimana orang bisa tetap mendengar karakter Citra walaupun menyanyikan musik yang tidak biasanya," tutur Citra lagi.
"Album ini dibuat dengan penuh air mata, membutukan banyak kepercayaan untuk meyakinkan diri sendiri. Sampai akhirnya berani untuk membuat album yang punya banyak resiko," tandasnya.
Saat ini, album 'Love & Kiss' bekerjasama dengan Jagonya Musik dan Sport Indonesia (JMSI) milik gerai cepat saji KFC untuk distribusi.
(mif/mmu)











































